Tampilkan postingan dengan label Belajar Bisnis Dari Khadijah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Bisnis Dari Khadijah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 September 2018

Belajar Bisnis Dari Khadijah (10)

Selamat Datang Khadijah Masa Kini Ada sebuah hadits yang ketika saya membacanya seperti hantaman kekaguman tersendiri terhadap sosok Khadijah yang membuat saya berpikir, bisakah aku meneladani beliau sepenuhnya? Ahmad dan Thabrani meriwayatkan dari Masruq dari Aisyah ra. “Hampir tidak pernah Rasulullah keluar rumah sehingga menyebut Khadijah dan memujinya. Pada suatu hari, Rasulullah menyebutnya sehingga menimbulkan kecemburuanku. Aku lalu katakan,”Bukankah ia hanya seorang tua yang Allah telah menggantinya untuk kakanda orang yang lebih baik darinya?”. Rasulullah lalu marah seraya bersabda, “Demi Allah, Allah tidak menggantikan untukku orang yang lebih baik darinya. Dia beriman ketika orang lain ingkar, dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakanku, ia membela dengan hartanya ketika orang-orang menghalangiku, dan aku dikaruniai Allah anak darinya, sementara aku tidak dikaruniai anak sama sekali dari istri lainnya.” Sungguh, kecintaan Rasulullah pada Khadijah betul-betul rahmat tak terkira yang Allah berikan. Meskipun usia mereka terpaut 15 tahun dimana kala menikah Khadijah janda berusia 40 tahun sedangkan Muhammad pemuda berusia 25 tahun, namun dengan segenap ketulusan hati, Muhammad menerima Khadijah dan meminangnya. Kesetiaan serta pengorbana Khadijah tentunya menjadikan banyak pelajaran yang bisa diambil dari Muslimah masa kini. Namun, yang membuat hantaman besar melanda kita sebagai wanita ialah, bisakah kelak ketika kita menjadi istri yang dapat sepenuhnya mendukung suami kita dalam dakwahnya. Mencintainya atas dasar keimanan serta senantiasa menjaga keharmonisan juga memegang teguh syari’at islam, sementara masih banyak PR yang harus kita lakukan untuk menjadi muslimah secara kaffah. Bagaimana mungkin bisa mendukung dakwah, sementara kita seringkali merasa malas dalam beribadah dan sesekali kalah saat beradu batin dengan hawa nafsu. Ketika amanah berdatangan yang terkadang lantas membuat kita terlena dengan kewajiban-kewajiban kita yang lain. Saat teman dekat kita yang masih awam dengan islam kita biarkan begitu saja tanpa berusaha mencari cara untuk mereka agar mau kembali ke fitrah islam. Saat kita merasa sudah nyaman atas fasilitas yang sudah orang tua berikan yang membuat kita enggan berjuang lebih untuk masa depan. Masih pantaskah kita mengharapkan pasangan yang kita dambakan? Yang tentu saja perangainya senantiasa meneladani akhlak Rasulullah SAW. Sungguh ukhti, wanita adalah tiang agama, jika wanita rusak, maka rusaklah negara. Sudah banyak kasus yang melibatkan wanita sebagai objeknya. Lantas, apakah kita akan menjadi bagian darinya? Tentu tidak bukan? Kelak tugas kita adalah mendidik generasi-generasi rabbani yang akan membawa kembali kejayaan islam. Dan itu semua bisa kita lakukan dengan mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari sekarang. Mulailah menyempurnakan hijabmu, meski belum bisa sepenuhnya. Sadarilah posisimu bahwa kehormatanmu jauh lebih bernilai ketimbang hanya sekedar mendapatkan status sebagai “pasangan sementara” atau “pacar”. Milikilah cita untuk memasuki surgaNya dengan menaati segala perintahNya. Sungguh, Allah telah tetapkan siapa jodohmu kelak dan tugasmu ialah mempersiapkan diri sebelum ia datang menemuimu. Siap untuk menjadi muslimah pembangun peradaban?

Belajar Bisnis Dari Khadijah (9)

Dan Rasulullah Pun Berbisnis Sang uswatun khasanah, Rasulullah SAW, juga merupakan seorang pedagang ulung. Hidup di tengah keluarga pedagang membuatnya terlibat dalam perdagangan sejak usia belia. Shafiyyur-Rahman al-Mubarakfurry dalam Sirah Nabawiyyah menyebutkan, saat itu usia nabi baru bekisar 12 tahun. Dia turut serta dalam perjalanan dagang pamannya, Abu Thalib. Inilah perjalanan dagang pertama Muhammad. Pada perjalanan inilah terjadi sebuah pertemuan nabi dengan rahib Nasrani yang mengenalinya sebagai bakal utusan Allah yang terakhir. Bisnis dagang Rasulullah secara mandiri baru dimulai ketika dia mencapai usia remaja. Rasulullah berdagang bersama As-Saib bin Abus-Saib yang merupakan rekanan terbaik, tidak pernah saling curang dan saling berselisih. Al Mubarakfury menyebutkan, dalam berdagang, nabi dikenal dengan setinggi-tingginya nilai amanah, nilai kejujuran, dan sikap menjaga kehormatan diri. Inilah karakternya di segenap sisi kehidupannya, hingga diberi gelar al-Amin. Usaha perdagangan Rasulullah pun tidak main-main. Dia telah terlibat dalam perdagangan internasional sejak remaja. Di usia 17 tahun, Muhammad telah memimpin sebuah ekspedisi perdagangan ke luar negeri. Afzalur Rahman dalam buku Muhammad A Trader menyebutkan, reputasi Rasulullah dalam dunia bisnis demikian bagus, sehingga dia dikenal luas di Yaman, Syiria, Yordania, Irak, Basrah, dan kota-kota perdagangan lainnya di jazirah Arab. Afzalur Rahman juga mencatat, dalam ekspedisi perdagangannya Muhammad telah mengarungi 17 negara ketika itu, sebuah aktivitas perdagangan yang luar biasa. Kesuksesan bisnis Rasulullah pun makin cemerleng ketika dia bertemu Ummul Mukminin Khadijah. Sebelum mempersunting Khadijah, Rasulullah merupakan rekan bisnis Khadijah. Buku Khadijah: The True Love Story of Muhammad mengkisahkan, suatu hari Khadijah mendengar kabar tentang pemuda yang sangat terpercaya di kalangan Arab, dialah Rasulullah Muhammad. Tertarik menjadikan pemuda itu karyawannya, Khadijah pun memanggilnya. Muhammad pun menerima tawaran Khadijah dengan senang hati. Khadijah pun mengirim Rasulullah sebagai pemimpin kafilah dagang ke negeri Syam. Seorang budak kepercayaan Khadijah bernama Maysarah pun ikut serta dalam kafilah tersebut. Menurut Maysarah, selama ia mengikuti kafilah dagang nabi, ia melihat dua malaikat membawa awan di atas kepala nabi untuk melindunginya dari terik matahari. Di tangan Rasulullah, hasil perdagangan mengalami peningkatan. Bisnis Khadijah di negeri Syam pun semakin besar, laba yang dihasilkan meningkat tajam. Keputusan Khadijah memilih Muhammad sebagai tangan kanan bisnisnya menjadi keputusan tepat. Ia pun terus bermitra dengan Rasulullah dalam menjalankan bisnis tersebut. Profesi sebagai pedagang ditekuni Rasulullah sampai dia diangkat menjadi nabi dan rasul di usia yang ke- 40. Muhammad Sulaiman PhD dan Aizuddinur Zakaria dalam Jejak Bisnis Rasul mencatat pengalaman kerja Rasulullah sebagai berikut. Usia delapan sampai 12 tahun menggembala domba, usia 12 tahun ikut berdagang ke negeri Syam dengan rombongan pamannya, Abu Thalib. Usia 25 tahun, menjadi pengelola perdagangan Siti Khadijah yang berangkat ke negeri Syam. Usia 40-63 menjadi rasul. Cara Berbisnis ala Rasulullah yang Membawa Berkah Nabi Muhammad SAW adalah Pedagang yang Sangat Besar di Jamannya. Bagaimana Cara Berbisnis Penuh Berkah Seperti Bimbingan Rasulullah? Semua tahu, siapa yang mengikuti sunnah Rasul akan makmur hidupnya dunia maupun akhirat. Nabi Muhammad SAW atau Rasulullah ini dulunya adalah pedagang yang sukses. Tidak hanya sukses di negara Arab, tetapi juga sukses berbisnis di luar negeri. Menurut sejarah, Rasulullah sukses berbisinis di 6 kota diantaranya adalah Syam (Syuriah), Bahrain, Yordania dan Yaman. Semuanya dijalanin oleh Rasulullah dengan hasil yang sangat memuaskan, bahkan tidak merugi. Walaupun Rasulullah adalah seorang nabi yang harus menyampaikan perintah Allah, tetapi Rasulullah tetap berdagang untuk memenuhi kebutahan sehari-harinya. Bermodalkan berbagai sumber, tim Studentpreneur berusaha menganalisa bagaimana sebenarnya cara berbisnis ala Rasulullah yang baik. Semoga bermanfaat Sobat Studentpreneur! Jujur Rasulullah mendapatkan gelar Al-Amin atau yang terpercaya. Dalam menjalankan bisnisnya, Rasulullah selalu mengutamakan kejujuran. Pada waktu jaman Rasulullah berdagang, Rasul mendapatkan barang dagangan dari konglomerat yang bernama Khadijah, yang kemudian menjadi istri dari Nabi Muhammad terpikat dengan kejujurannya. Nabi Muhammad tidak hanya jujur kepada rekan bisnisnya, tetapi juga kepada para pelanggannya. Rasulullah selalu menjelaskan apa adanya keunggulan dari barangnya dan juga kelemahan dari barangnya tersebut. Bahkan, kejujuran dari Rasulullah itulah yang menjadi ciri khas atau brand dari bisnisnya tersebut. Banyak orang yang tertarik dengan bisnis Rasulullah karena kejujurannya. Jadi kalau ditanya apa yang menjadi keunggulan dari bisnis Rasulullah, adalah kejujurannya. Sebagai pembeli, kita tentu akan memilih pedagang yang sudah terkenal jujur, karena merasa aman dan tidak akan ditipu. Sopan santun dan hormati pelanggan Rasulullah menganggap semua pelanggannya adalah saudaranya. Seperti yang dikemukakan oleh Rasulullah, ‘Sayangilah saudaramu layaknya menyayangi dirimu sendiri’. Konsumen adalah raja, selalu perlakukan konsumen Anda dengan baik, sopan santun dan selalu hormati pelanggan. Rasulullah juga menganggap segala keuntungan yang didapat adalah hadiah dari usaha kita. Ketika seseorang seseorang terbantukan dengan produk yang Anda jual, itulah seharusnya inti dari berbisnis ala Rasulullah. Kepuasaan konsumen adalah nomor satu. Tepati janji Seperti firman Allah di ayat di QS Al Maidah 1: ‘Wahai orang-orang yang beriman penuhilah janjimu’. Rasulullah dalam berdagang selalu menjaga kepercayaan pelanggan, diantaranya adalah selalu menetapi janji. Beberapa pelanggan yang meminta barang atau memesan barang selalu ditepati janjinya oleh Rasulullah. Nabi Muhammad SAW selalu mengedepankan tanggung jawab kepada pelanggan dan integritas yang tinggi. Barang-barang yang dipesan oleh pelanggan akan disiapkan dan dikirimkan tepat waktu oleh Rasulullah. Inilah yang juga harus Anda lakukan, ketika sudah ada perjanjian kepada partner atau pelanggan, usahakan Anda selalu menaatinya. Walaupun perjanjian tersebut tidak ada hitam diatas putih, Anda juga harus selalu menataai janji tersebut. Ingat, kepercayaan pelanggan bertahun-tahun yang hilang akan sulit didapatkan kembali. Jangan jual produk yang buruk Rasulullah selalu mengajarkan untuk memilah mana produk yang baik dan produk yang buruk. Bahkan Rasulullah tidak pernah menjual produk yang kualitasnya rendah atau tidak pantas dijual. Dengan begitu, Rasulullah dapat selalu menjaga mutu barang-barang yang dijualnya. Disamping itu, Rasulullah selalu mengelompokkan harga barang sesuai dengan kualitasnya. Harga barang yang kualitasnya baik akan dihargai lebih mahal dibandingkan dengan kualitas yang biasa saja. Dalam suatu kisah, Rasulullah pernah marah kepada seorang pedagang karena menyembunyikan jagung yang basah diantara jagung yang bagus. Jagung basah tersebut seharusnya diletakkan diatas karena pelanggan harus tahu. Trik ini sangat dihindari oleh Rasulullah karena bisa menipu pembeli. Tidak boleh menjelekkan bisnis orang lain ‘Janganlah seseorang diantara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual orang lain’ (HR Muttafaq) Itulah yang dikatakan oleh Rasulullah kepada pengikutnya. Karena prinsip berbisnis adalah memuaskan pelanggan, bukan mematikan bisnis orang lain. Anda tidak perlu juga mengatakan bahwa bisnis si A lebih jelek dari pada bisnis Anda sendiri. Anda harus menonjolkan kualitas produk Anda, dan biarkan pelanggan yang menilai. Karena rejeki sudah ada yang mengatur bukan? Dilarang menyimpan barang Di dalam agama islam, menyimpan barang agar mendapatkan keuntungan dikemudian hari disebut ihtikar. Misalnya Anda mempunyai cabai, lalu Anda menyimpang cabai tersebut untuk dijual di kemudian hari karena harga cabai yang murah. Ini tidak diperbolehkan didalam islam karena menimbun. Jika memang kondisi harga seperti itu, ya Anda harus menjual dengan harga seperti itu. Membayar upah para pekerja secara tepat waktu ‘Berikanlah upah kepada karyawan sebelum kering keringatnya’ (Itulah yang diucapkan Rasulullah) Sebelum kering keringatnya adalah jangan menunda-nunda gaji atau upah karyawan. Ketika Anda menggaji karyawan setiap tanggal 25, usahakan selalu tepat waktu. Dan pembayaran upah atau gaji harus sesuai dengan kerja yang dilakukan. Bisnis tidak boleh mengganggu ibadah Allah tidak menyukai orang yang terlalu sibuk berdagang sehingga melupakan kewajibannya, yaitu beribadah. Kebanyakan orang berdagang atau bekerja terlalu keras sehingga lupa waktu sholat dan bahkan lupa untuk membayar zakat. Usahakan Anda selalu menyempatkan waktu untuk sholat dan membayar zakat. Nah, itulah nilai-nilai yang bisa diambil dari berdagang ala Rasulullah. Memang tidak ada manusia yang bisa menandingi kehebatan Rasulullah, namun kita harus berusaha untuk menjadikan beliau sebagai panutan dalam berbagai hal, termasuk berbisnis.

Belajar Bisnis Dari Khadijah (8)

Saatnya Berbisnis Menurut Ir. Ciputra, sebuah negara maju setidaknya memiliki dua persen penduduk yang menjadi entrepreneur. Sedangkan, Indonesia sendiri hanya memiliki 0,18 persen entrepreneur. Kayaknya, kita bisa banget nih mengisi 1,82 persen sisanya. Ini dia alasannya: 1. Kreativitas sedang meluap-luap. Salah satu fondasi dalam mengembangkan bisnis adalah inovasi, yang berkembang dari kreativitas yang kita miliki. Selagi muda dan menguasai banyak hal yang dibutuhkan di era teknologi ini, pakailah waktu untuk memikirkan: fenomena apa yang bisa kita carikan solusinya? Apa yang sudah ada namun perlu diperbarui? Jawaban yang kamu temukan bisa menjadi ide dari bisnismu! 2. Energi kita juga sedang meluap-luap, lho! Selain dari kreativitas, kita juga didukung oleh energi yang meluap-luap. Ketika kalian lebih tua nanti, mungkin kalian masih memiliki kreativitas, namun belum tentu didukung dengan energi seperti sekarang. So why not start now? 3 Terdapat banyak sekali lomba business plan. Kalau nggak ada modal yang cukup, kalian bisa mengutak-atik rancangan keuangan bisnis kalian. Namun, ada solusi lain yang juga menenangkan. Banyak lomba-lomba business plan yang diadakan di lingkungan sekitar, bahkan untuk siswa sekolah sekalipun. Jika kalian memiliki sebuah ide yang inovatif, ikutilah lomba-lomba semacam ini. Biasanya pemenang akan didukung dengan bantuan dana untuk modal usaha lho. Buruan google! 4. Meringankan beban orang tua. Akan jadi keren banget kalau kalian sampai gak perlu minta uang jajan lagi dari ayah atau ibu. Mereka pun pasti juga senang dan bangga karena kita dapat menunjukkan kemandirian serta memaksimalkan potensi kita. 5. Membanggakan teman-teman. Selain orang tua, teman-teman juga akan bangga ketika mengetahui temannya punya usaha sendiri. Mandiri, bisa mempekerjakan orang lain. Wah, bangga banget ya jadi seorang pengusaha muda. 6. Diri sendiri pun bangga. Pastinya kita akan berterima kasih pada diri sendiri karena berusaha mencapai kemandirian. Nggak bergantung sama ortu, dan mau memaksimalkan potensi dengan cara yang menghasilkan. Mungkin awalnya terasa berat dan susah, namun saat nanti kita melihat hasil kerja keras kita? Wih..priceless. 7. Lebih tenang menghadapi kelulusan. Khususnya bagi kamu yang masih ada di jalur pendidikan, ketika kamu berbisnis sendiri kamu akan lebih tenang dalam menghadapi 'hutan' dunia nyata setelah lulus. Setidaknya kamu punya pegangan, atau dapat kamu manfaatkan untuk menabung di samping pemberian orang tua. 8. Sebagai upaya menemukan dan memaksimalkan passion serta potensi yang dimiliki. Ketika kamu menjalankan usaha, mungkin kamu menjalankan hal yang telah kamu impikan sebelumnya. Mungkin juga kamu mencoba hal yang baru. Apa pun usahamu, kamu selangkah lebih maju dalam penemuan jati dirimu. Bisa-bisa, kamu menemukan sesuatu yang baru yang dapat membuatmu bergairah. 9. Merasakan kegagalan lebih awal, ibarat mencuri start di masa depan. Minimalisir kemungkinan gagalmu di masa depan. Mumpung masih muda, jangan takut untuk gagal. Kegagalan nggak berarti kamu kalah, malah akan memberikanmu pelajaran yang berharga untuk bisa sukses di masa depan. Kalau kamu nggak mau memulai hanya karena takut gagal, sampai kapanpun kamu nggak akan pernah melangkah. Jadi, berani gagal? Gimana? Siap berbisnis? Semangat pemuda!

Senin, 03 September 2018

Belajar Bisnis Dari Khadijah (7)

Kunci Sukses Khadijah Sebagai Pengusaha Khadijah binti Khuwailid memiliki kedudukan tinggi di kalangan Quraisy. Meski menjanda, ia mampu membangun bisnis yang besar dan sukses. Khadijah menjadi wanita kaya raya dan merekrut banyak warga untuk berbisnis dengannya. Dalam menjalankan bisnis tersebut, Khadijah tentu tak menjalankannya sendiri. Ia hanyalah pemilik modal, sekaligus penyedia barang dagangan. Sementara, untuk menjual barang-barang tersebut ke luar Makkah, terutama ke negeri dagang Syam, Khadijah merekrut warga sekitar yang ia percaya. Perolehan laba penjualan tersebut akan dibagi hasilnya atau Khadijah memberi upah pada pegawainya. Khoirul Amru Harahap, dalam bukunya Rahasia Sukses Bisnis Khadijah Istri Nabi SAW mengatakan, Khadijah memang terlahir di keluarga pedagang sehingga dalam diri Khadijah sudah mengalir darah "pedagang". Ayahnya, Khuwailid bin Asad, merupakan pedagang kaya yang disegani di kalangan Quraisy. Khuwailid juga terkenal baik hati, membina hubungan baik dengan tetangga, dan suka menolong fakir miskin. Tak hanya mendapat modal dari sang ayah, Khadijah juga mendapat warisan harta yang berlimpah dari suaminya. Kendati demikian, warisan tersebut mampu dikelola Khadijah dengan baik sehingga harta tersebut terus bergerak dan produktif. "Di situlah letak kepiawaian khadijah dalam mengelola uang. Selain itu, Khadijah juga memiliki bakat berwirausaha karena sering mempekerjakan para lelaki dan mampu mendelegasikan tugas dengan baik. Salah satu ciri orang yang bermental wirausaha adalah ia selalu berusaha mendelegasikan pekerjaan ke orang lain sehingga ia bisa mengerjakan yang lain dan berpikir untuk mengembangkan usahanya," ujar Harahap. Jika dirumuskan, terdapat hal unggul dari jiwa kewirausahaan Khadijah, yakni pandai mengelola modal, baik materi maupun nonmateri. Menurut Harahap, Khadijah merupakan sosok yang tidak suka menimbun harta, melainkan wanita yang sangat produktif. Ia senantiasa menjalankan roda bisnis dan tidak pernah melakukan monopoli. Modal besar yang didapat Khadijah tidak dibiarkan tertimbun atau dihabiskan secara konsumtif. Khadijah memiliki mentalitas wirausaha sehingga modal tersebut diinvestasikan dalam bentuk usaha perdagangan. Meski modal harta berlimpah, Khadijah tak akan sukses sebagai pebisnis tanpa disertai modal nonmateri, yakni jiwa kewirausahaan yang dimiliki Khadijah. Modal inilah yang membawanya menjadi pebisnis sukses. "Menurut hemat saya, modal nonmateri lebih dahsyat dan lebih luar biasa pengaruhnya dalam menentukan kesuksesan bisnisnya. Khadijah memang memiliki modal, tapi hal terpenting dalam bisnis bukanlah modal. Hakikatnya, modal tidak harus berbentuk uang. Otak adalah modal utama dalam memulai usaha. Jaringan persahabatan (network) juga termasuk modal. Bodoh adalah modal untuk bisa pandai, miskin adalah modal untuk menjadi kaya, tak punya modal adalah modal untuk mendapatkan modal," kata Harahap. Modal nonmateri yang berharga yang dimiliki Khadijah di antaranya adalah kepiawaian dalam memilih SDM. Perekrutan Muhammad sebagai pemimpin kafilah dagang ke Syam merupakan satu hal yang menunjukkan kepiawaian Khadijah tersebut. Senada dengan itu, Azti mengatakan, dalam menjalankan bisnisnya Khadijah tak lepas dari beragam risiko. Pemilihan SDM sangat erat dengan risiko yang harus ditanggung. Namun, Khadijah melakukannya dengan baik. Contoh paling mudah adalah ketika Khadijah menunjuk Muhammad, seorang karyawan baru yang belum pernah ia kenal sebelumnya, untuk memimpin kafilah yang membawa barang dagangannya lintas daerah. Ini bukanlah hal yang mudah. Ibarat sebuah perusahaan besar yang memberikan kepercayaan sekian persen dari usahanya untuk dikelola oleh orang lain selama beberapa waktu. Bukan sembarang orang yang dipilih, apalagi saat itu Khadijah baru mendengar dari masyarakat tentang kepribadian Muhammad. "Namun, berdasarkan pengalaman yang melatih naluri bisnisnya, Khadijah berani memutuskan Muhammad untuk membawa barang dagangannya. Tentunya saat itu Khadijah sudah menimbang risiko apa yang akan ia terima. Dan ternyata, insting bisnisnya tepat. Muhammad adalah partner bisnis yang membawa keuntungan melimpah pada usahanya," tutur Azti. Keberanian Khadijah membuat keputusan dan mengelola risiko, serta insting bisnis yang selalu ia latih, akhirnya mengantarkan ia sebagai seorang pengusaha yang sukses. Para entrepreneur zaman sekarang pun sepakat dengan sikap Khadijah dalam berbisnis bahwa keberanian adalah modal seorang entrepreneur untuk sukses. Adapun dalam pengelolaan bisnis, menurut Harahap, terdapat sedikitnya dua sistem yang digunakan Khadijah, yakni sistem upah dan bagi hasil. Dalam sistem upah, Khadijah membelanjakan modalnya untuk membeli barang-barang dagangan, lalu ia merekrut beberapa orang karyawan untuk menjual dan memasarkannya ke luar kota Makkah, terutama ke Yaman dan Syam. Agaknya, ia lebih sering membelanjakan modal dan menjalankan usaha bisnis dagangnya dengan sistem ini. Abu Thalib, paman Nabi SAW, termasuk salah seorang pegawai Khadijah yang sering ia utus untuk menjual barang-barang dagangannya ke Syam dan Yaman. Bukti dari sistem upah yang dilakukan oleh Khadijah adalah apa yang dikemukakan oleh bin Atsir dalam Tarikh-nya, sebagaimana dikutip oleh Muhammad al-Ghazali, bahwa Khadijah adalah pedagang alias niagawati yang kaya dan terhormat. Ia mempekerjakan kaum pria dalam menjalankan usahanya dan memberi mereka upah dari sebagian keuntungan yang ia peroleh. "Ketika ia mendengar kabar tentang sifat Muhammad yang jujur, bisa dipercaya, dan mulia, ia meminta beliau untuk menjualkan dagangannya ke Syam. Ia memberi beliau upah yang lebih banyak dibanding yang biasa ia berikan kepada pekerja lain," jelas Harahap. Adapun sistem kedua yakni bagi hasil. Khadijah merekrut seseorang untuk menjadi mitra kerjanya dengan modal darinya atau ia menginvestasikan modalnya dalam usaha dagang orang lain. Sistem ini pernah ia terapkan ketika ia menginvestasikan modalnya dalam usaha dagang ayahnya dan ketika ia merekrut Muhammad untuk mengurusi dan menangani ekspedisi dagangnya ke luar kota Makkah. Kunci Sukses Bisnis Khadijah Dalam salah satu hadits, disebutkan bahwa Khadijah adalah perempuan terbaik dari golongan Islam, sebagaimana Maryam binti Imran menjadi wanita terbaik dari golongan Nasrani. Sebelum datangnya Islam, ia sudah dijuluki sebagai ath-thahirah “perempuan suci”, karena ia memiliki kehormatan, kedudukan tinggi, keimanan sejati, jiwa besar, dan perilaku suci. Dari sifat-sifat kemuliaan yang dimiliki Khadijah, ternyata mampu mengantarkannya pada kesuksesan yang gemilang. Selain kaya raya dan terkenal sebagai pedagang yang sukses, ia bahkan juga mendapatkan kabar gembira dari Allah yang disampaikan melalui Jibril kepada Nabi Muhammad saw berupa rumah di surga yang terbuat dari kayu. Kesuksesan bisnis Khadijah bukan terjadi secara kebetulan, tapi di dalamnya terdapat konsep yang amat cerdas dan universal. Sebagaimana disebutkan oleh Khoirul Amru Harahap, Lc, M.H.I dalam buku Rahasia Sukses Bisnis Khadijah terbitan QultumMedia ini, yang terbagi kepada dua faktor: internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari keimanan yang kokoh dan spiritualitas yang tinggi, mentalitas wirausaha, memiliki modal dan pandai mengelolanya, kemampuan merekrut karyawan dan mejalin mitra kerja, suka berderma, berani mengambil keputusan dan pandai membaca peluang. Sedangkan, secara eksternal, Mekah merupakan daerah strategis serta cocok untuk iklim usaha dan memiliki stabilitas kemanan. Dari faktor-faktor di atas, kenapa keimanan menjadi bagian dasar penentu kesuksesan bisnis Khadijah? Dengan gamblang, penulis menjelaskan bahwa iman memiliki pengaruh yang sangat luar biasa, dahsyat, dan sangat penting dalam menentukan maju tidaknya bisnis seseorang. Karenanya, keimanan Khadijah yang kokoh merupakan kunci rahasia pertama di balik kesuksesan bisnisnya. (hal. 81) Sementara itu, hampir semua pebisnis di Mekah ketika itu, semuanya paganisme. Sehingga, mereka benar-benar tidak memiliki apa yang dimiliki Khadijah, yaitu berupa kematangan spiritualitas. Sebab, dari iman itulah akan membuahkan kekuatan batin dan jiwa, sikap tidak pernah gentar, rasa aman dan tidak mudah putus asa, rasa harapan, rasa penuh percaya diri (self confidence), dan membuahkan sikap toleran dan damai. Dengan demikian, Khadijah menjadi pemenang dalam persaingan bisnis yang dilakukannya, tanpa harus mengotori tanggannya dengan cara-cara yang anarkis. Kemudian, bagaimana dengan faktor-faktor lainnya? Tidak kalah sama hebatnya, semuanya mengikat satu sama lain dan menyatu dalam integritas sang istri Nabi saw ini. Selain itu, faktor-faktor dan konsep yang diterapkan Khadijah dalam menjalankan bisnisnya, ternyata sangat relevan dengan pendapat-pendapat para ahli di dunia bisnis zaman modern ini. Dalam salah satu hadits, disebutkan bahwa Khadijah adalah perempuan terbaik dari golongan Islam, sebagaimana Maryam binti Imran menjadi wanita terbaik dari golongan Nasrani. Sebelum datangnya Islam, ia sudah dijuluki sebagai ath-thahirah “perempuan suci”, karena ia memiliki kehormatan, kedudukan tinggi, keimanan sejati, jiwa besar, dan perilaku suci. Dari sifat-sifat kemuliaan yang dimiliki Khadijah, ternyata mampu mengantarkannya pada kesuksesan yang gemilang. Selain kaya raya dan terkenal sebagai pedagang yang sukses, ia bahkan juga mendapatkan kabar gembira dari Allah yang disampaikan melalui Jibril kepada Nabi Muhammad saw berupa rumah di surga yang terbuat dari kayu. Kesuksesan bisnis Khadijah bukan terjadi secara kebetulan, tapi di dalamnya terdapat konsep yang amat cerdas dan universal. Sebagaimana disebutkan oleh Khoirul Amru Harahap, Lc, M.H.I dalam buku Rahasia Sukses Bisnis Khadijah terbitan QultumMedia ini, yang terbagi kepada dua faktor: internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari keimanan yang kokoh dan spiritualitas yang tinggi, mentalitas wirausaha, memiliki modal dan pandai mengelolanya, kemampuan merekrut karyawan dan mejalin mitra kerja, suka berderma, berani mengambil keputusan dan pandai membaca peluang. Sedangkan, secara eksternal, Mekah merupakan daerah strategis serta cocok untuk iklim usaha dan memiliki stabilitas kemanan. Dari faktor-faktor di atas, kenapa keimanan menjadi bagian dasar penentu kesuksesan bisnis Khadijah? Dengan gamblang, penulis menjelaskan bahwa iman memiliki pengaruh yang sangat luar biasa, dahsyat, dan sangat penting dalam menentukan maju tidaknya bisnis seseorang. Karenanya, keimanan Khadijah yang kokoh merupakan kunci rahasia pertama di balik kesuksesan bisnisnya. (hal. 81) Sementara itu, hampir semua pebisnis di Mekah ketika itu, semuanya paganisme. Sehingga, mereka benar-benar tidak memiliki apa yang dimiliki Khadijah, yaitu berupa kematangan spiritualitas. Sebab, dari iman itulah akan membuahkan kekuatan batin dan jiwa, sikap tidak pernah gentar, rasa aman dan tidak mudah putus asa, rasa harapan, rasa penuh percaya diri (self confidence), dan membuahkan sikap toleran dan damai. Dengan demikian, Khadijah menjadi pemenang dalam persaingan bisnis yang dilakukannya, tanpa harus mengotori tanggannya dengan cara-cara yang anarkis. Kemudian, bagaimana dengan faktor-faktor lainnya? Tidak kalah sama hebatnya, semuanya mengikat satu sama lain dan menyatu dalam integritas sang istri Nabi saw ini. Selain itu, faktor-faktor dan konsep yang diterapkan Khadijah dalam menjalankan bisnisnya, ternyata sangat relevan dengan pendapat-pendapat para ahli di dunia bisnis zaman modern ini.

Belajar Bisnis Dari Khadijah (6)

Langkah-Langkah Meraih Kesuksesan dalam Bisnis dan Kehidupan Bagi Anda yang terjun ke dunia bisnis, kesuksesan adalah mimpi dan langkah besar yang selalu dinanti. Hal ini tentu menjadi tujuan utama bagi sebagian besar orang, terutama yang selalu memiliki ambisi dan semangat yang tinggi dalam menjalani kehidupan mereka. Kesuksesan seseorang dalam dunia bisnis pada umumnya akan membuat kehidupan pribadi orang tersebut juga ikut sukses. Orang tersebut akan memiliki kemampuan ekonomi dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. Hal ini tentu sangat beralasan. Sebab hampir semua hal dan juga urusan di dalam kehidupan kita akan selalu membutuhkan sejumlah uang. Namun, pada kenyataannya, kesuksesan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Berbagai hambatan dan juga faktor lainnya akan sangat memengaruhi hal tersebut, terutama bagi yang memang baru mulai menuju ke arah sana. Secara garis besar, kesuksesan di dalam bisnis dan juga kehidupan bisa saja didapatkan dengan menerapkan sejumlah langkah tepat dalam diri Anda. Hal ini mungkin terasa sulit pada awalnya, terutama untuk beberapa poin yang tidak biasa Anda lakukan. Namun, jika dilakukan dengan tepat, cara tersebut akan membantu Anda untuk lebih mudah dalam meraih kesuksesan. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meraih kesuksesan dalam bisnis dan juga kehidupan: 1. Komitmen yang Kuat untuk Selalu Maju Hal pertama yang wajib dimiliki di dalam diri Anda adalah komitmen yang kuat untuk meraih kesuksesan itu sendiri. Jika memiliki hal tersebut sejak awal, Anda telah memiliki sejumlah modal besar yang bisa dijual di dalam diri Anda. Komitmen akan membuat Anda selalu memiliki sebuah keinginan yang besar untuk maju dan meraih kesuksesan di bisnis yang Anda tekuni. Anda tidak akan mudah menyerah dan meninggalkan hal tersebut tanpa keberhasilan yang nyata. Komitmen akan membantu Anda untuk tetap stabil dan berupaya untuk selalu berada di jalur yang telah dipilih sebagai sebuah lahan bisnis. Hal ini tentu akan memudahkan Anda meraih apa yang menjadi keinginan dan juga mimpi selama ini. Jangan biarkan diri Anda menjalani bisnis dan kehidupan tanpa komitmen yang jelas. Anda justru akan berada pada titik yang tidak tetap dan cenderung berubah-ubah. Miliki komitmen yang kuat dan jelas sehingga Anda siap tempur dalam meraih kesuksesan di dalam bisnis dan juga kehidupan. 2. Cara Anda Bersikap pada Orang Lain Ini mungkin akan terdengar klasik dan sedikit berlebihan. Namun, pada kenyataannya, cara Anda bersikap kepada orang lain akan sangat memengaruhi kesuksesan Anda di dalam bisnis dan juga kehidupan. Sangat penting untuk selalu memiliki sebuah etika dan juga sikap sopan kepada semua orang yang berada di lingkungan Anda, baik itu keluarga, teman, maupun mereka yang bekerja pada Anda. Sebagian besar orang akan mengalami kesulitan untuk melakukan hal tersebut. Sebab hal ini sangat tergantung dari karakter dan kebiasaan dari seseorang di dalam kehidupan mereka. Secara umum, para pebisnis yang sukses adalah mereka yang memiliki etika baik dan juga sikap yang hangat kepada orang-orang yang berada di lingkungannya, bahkan kepada para kolega dan juga bawahannya. Ini adalah nilai positif yang bisa menjadi aset tersendiri di dalam diri Anda. Terlebih jika bisnis yang Anda jalankan, memang berhubungan secara langsung dengan banyak orang. 3. Mencintai dan Merawat Diri Sendiri Tempatkan diri Anda sebagai sesuatu yang sangat berharga, termasuk mengenai kesehatan dan juga keselamatan Anda. Jangan sepelekan hal ini. Sebab jika sesuatu terjadi pada Anda, bisa dipastikan semua kegiatan dan juga kehidupan akan terganggu atau terhenti dengan seketika. Anda harus memiliki porsi yang pas untuk menghargai orang lain dan juga kepentingan Anda pribadi sehingga kedua hal tersebut bisa berjalan dengan seimbang. Selalu upayakan untuk selalu melakukan yang terbaik bagi diri Anda sendiri. Namun, tentunya dengan tidak mengabaikan berbagai kepentingan orang lain di sekitar Anda. Pertimbangkan tingkat kenyamanan dan keamanan yang Anda butuhkan sehingga berbagai hal di dalam kehidupan bisa berjalan dengan lancar dan sebagaimana mestinya. 4. Berikan Kembali Sebagian besar orang akan melupakan hal ini. Setelah meraih kesuksesan di dalam kehidupan, mereka justru terlena dan enggan untuk sekadar membantu orang lain yang membutuhkan. Jangan menjadi seseorang yang berkepribadian egois dan pelit. Sebab Anda akan jauh lebih bahagia jika bisa membantu dan memberikan sebagian milik Anda kepada sesama. Jika telah sukses di dalam bisnis dan juga kehidupan, akan sangat tepat meluangkan sedikit waktu dan milik Anda bagi mereka yang sedang melangkah menuju kesuksesan. Arahkan diri Anda untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain sehingga Anda tetap bisa menikmati nilai-nilai lain dari kesuksesan yang telah Anda raih. Memberi tidak akan membuat Anda serta merta menjadi bangkrut. Namun, tindakan ini justru akan sangat mungkin membuat seseorang di luar sana menjadi sukses seperti Anda saat ini. 5. Selalu Belajar Belajar tidak selalu identik dengan gelar, tetapi cenderung pada proses dan pencapaian yang bisa diraih dalam kehidupan. Anda harus tetap belajar dan mengetahui berbagai hal baru di dalam bisnis yang sedang dijalani. Nantinya Anda akan memiliki sejumlah peluang untuk bisa berkembang dan menjadi lebih sukses lagi dibanding sekarang. Ada banyak kegiatan belajar yang bisa diikuti untuk bisa menambah ilmu di dalam diri Anda. Misalnya, mengikuti berbagai seminar bisnis yang sesuai bagi diri Anda, belajar tentang berbagai hal lainnya melalui internet, membaca berbagai macam buku yang berhubungan dengan minat, atau mengikuti pelatihan/kursus tertentu yang Anda butuhkan. 6. Menambah Ilmu dengan Membaca Buku adalah gudang ilmu yang tidak akan pernah habis untuk dibaca dan dipelajari. Jadi, sangat mengherankan jika ternyata Anda merasa cukup dan kemudian berhenti untuk selalu membaca. Rajinlah membaca dan mencari berbagai informasi dan ilmu pengetahuan sehingga Anda memiliki kemampuan yang semakin baik setiap harinya. Ada banyak buku yang bisa Anda temukan dan bawa pulang. Tentunya yang sesuai dengan minat dan juga kebutuhan Anda. 7. Membaca dan Mencari Informasi Lainnya Setelah buku dan berbagai media lainnya, internet juga menjadi salah satu hal yang bisa diandalkan untuk menambah pundi-pundi ilmu Anda. Jangan sepelekan hal ini. Sebab internet bukan hanya sekadar menyediakan game dan hiburan semata. Namun, berbagai informasi dan ilmu berharga bisa ditemukan di sana. Belajar dan menekuni berbagai bidang pengetahuan akan membuat Anda semakin kaya dan bahagia setiap harinya. 8. Terbuka pada Ilmu dan Teknologi Terbaru Zaman akan selalu berkembang. Begitu pula seharusnya cara pandang yang Anda miliki. Sangat penting untuk mengetahui perkembangan ilmu dan juga teknologi sehingga Anda bisa menggunakannya dan menerima berbagai perubahan sebagai hal yang positif. Ini akan sangat membantu Anda untuk tetap bisa berjalan dan mudah dalam mengembangkan kesuksesan di masa depan. 9. Rajin Introspeksi Diri Jangan pernah bosan untuk selalu “bercermin” dan melihat kembali ke dalam diri sendiri. Dengan begitu, Anda akan mengetahui dengan jelas apa saja perubahan dan juga berbagai tindakan yang dibutuhkan dalam kehidupan Anda. Hal ini akan membantu Anda berkembang dan memiliki kesempatan yang lebih baik dari sekarang. 10. Selalu Belajar dari Pengalaman Pengalaman adalah seorang guru yang bisa diandalkan. Anda bisa menemukan banyak pelajaran dan juga pengetahuan tentang kehidupan ini. Jangan lupa untuk selalu mengamati lingkungan dan juga orang-orang di sekitar Anda. Terlebih belajar dari berbagai hal yang Anda temukan di sana. Belajar dari pengalaman akan membuat Anda lebih matang dan dewasa dalam menghadapi kehidupan. Raihlah Dua Kesuksesan Sekaligus Menjadi sukses di dalam bisnis dan juga kehidupan tentu bukan perkara yang mudah untuk dilakukan. Hal ini akan memerlukan niat untuk melakukan sejumlah kebiasaan dan tindakan yang mungkin berbeda dari yang Anda lakukan sekarang. Jalankan berbagai cara tersebut dengan tepat sehingga Anda bisa meraih dua kesuksesan sekaligus di dalam hidup Anda. "Cara Menjadi Orang Sukses dalam Langkah Sederhana" Anda ingin tahu cara menjadi orang sukses? Sering membaca buku atau kata-kata motivasi namun tetap saja belum berhasil? Ingin kiat praktis yang benar-benar bisa Anda terapkan untuk sukses? Jika jawaban Anda ya untuk satu atau lebih pertanyaan di atas, Anda datang ke tempat yang tepat. Di postingan ini saya akan memaparkan 7 langkah sederhana yang dapat membawa Anda menuju kesuksesan dalam hidup dan karier Anda. Saya tidak bohong kepada Anda. Ketujuh langkah tersebut sederhana, namun tidak mudah. Jangan khawatir atau pesimis dulu. Sepanjang Anda sungguh-sungguh melakukannya, Anda akan menjadi orang sukses di usia muda atau usia sebaliknya. Mari kita mulai dengan beberapa aspek terkait kesuksesan yang mesti Anda ketahui. Apa itu Sukses? Saya percaya Anda ingin menjadi orang sukses. Dengan kesuksesan tersebut, Anda dapat membahagiakan diri sendiri, keluarga, orang tua, pasangan, atau teman-teman Anda. Namun, apa itu sukses? Jujur saja, banyak orang yang menyebut orang sukses adalah orang yang memiliki banyak harta. Banyak juga orang yang bilang bahwa orang sukses itu adalah pejabat atau orang terkenal. Mereka tidak salah. Mengapa? Karena mereka mendefinisikan sukses berdasarkan indikatornya. Dalam pandangan saya, definisi sukses yang tepat adalah meraih apa yang diinginkan. Yang diinginkan ini bisa berupa cita-cita, sasaran, atau target. Sebagai contoh, jika Anda bercita-cita menjadi seorang dokter, kemudian Anda kuliah di fakultas kedokteran dan lulus menjadi dokter, Anda telah menjadi orang sukses. Contoh lain, jika Anda memiliki sasaran keluar dari pekerjaan sekarang dan kemudian terwujud, maka Anda dapat disebut seorang yang sukses. Tentu saja, sukses itu bukan akhir. Namun, bisa juga sebagai awal untuk meraih keberhasilan lain. Modal Dasar Kesuksesan Percaya atau tidak, modal dasar untuk sukses itu ada dua yaitu hard skill dan soft skill (attitude). Hard skill adalah kemampuan teknis yang bisa diperoleh dengan belajar sendiri atau melalui pendidikan/pelatihan. Sementara itu, soft skill adalah kemampuan mengelola diri sendiri dan orang lain. Ingin contoh kedua modal ini? Baiklah… Cermati contoh berikut. Mengemudikan mobil adalah hard skill, sedangkan cara Anda bereaksi ketika ada orang yang menyeberang di depan mobil Anda atau terjebak macet merupakan soft skill. Contoh lain, jika Anda ingin menjadi seorang blogger sukses, maka hard-skill yang harus Anda kuasai antara lain menulis, membangun email list, search engine optimization (SEO), membuat produk, dan pemasaran. Sementara itu, soft-skill yang mesti Anda miliki antara lain percaya diri, tidak takut bersaing, tidak takut gagal, optimistis, adaptasi, integritas, kerja sama, dan respons Anda terhadap kritikan. Dari dua modal ini, mana yang paling berperan dalam kesuksesan seseorang? Menurut penelitian Universitas Harvard, soft skill menentukan 80% kesuksesan seseorang. 5 Sukses yang Harus Anda Perjuangkan Berikut penjelasan singkat kelima sukses tersebut: a. Sukses Spiritualitas Kesuksesan ini berkaitan dengan akhirat atau ketaatan Anda terhadap agama yang dipeluk. Misalnya, jika Anda beragama Islam, Anda mesti melaksanakan ibadah wajib seperti sholat 5 waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, dan membayar zakat. Ibadah wajib ini juga dilengkapi dengan ibadah sunat seperti menunaikan umrah, shalat tahajud, membaca Al-Quran, dan sebagainya. b. Sukses Finansial Kesuksesan finansial berkaitan dengan uang. Memang uang bukan segalanya, namun Anda butuh uang untuk beragam keperluan sehari-hari. Seperti apa sukses finansial? Umumnya berupa karier yang cemerlang, rumah yang layak, kendaraan pribadi, tabungan masa depan, atau bisnis yang menguntungkan. c. Sukses Kesehatan Apalah artinya banyak harta atau punya jabatan tinggi kalau Anda sakit-sakitan. Bisa jadi harta Anda akan habis dipakai berobat. Oleh karena itu, Anda mesti memiliki tubuh yang sehat. Upaya yang dilakukan bisa berupa olahraga rutin (misalnya lari pagi 3 kali seminggu), makan makanan sehat, istirahat cukup, dan pikiran positif. d. Sukses Keluarga Pernah melihat orang kaya atau selebritis yang rumah tangganya berantakan? Anda mungkin tidak ingin seperti mereka. Oleh karena itu, Anda mesti berusaha untuk sukses dalam berkeluarga. Bentuknya bisa berupa rumah tangga yang harmonis, anak-anak yang sholeh, pasangan yang pengertian, hormat kepada orang tua, dan rukun terhadap saudara. e. Sukses Sosial Dalam menjalani hidup ini Anda tidak bisa sendiri, bukan? Ya, Anda butuh orang lain, entah itu teman, rekan kerja, atau tetangga. Oleh karena itu, sukses sosial yang mesti Anda perjuangkan antara lain aktif di lingkungan rumah, berkerja sama dengan rekan kerja, memiliki banyak teman, bersedekah kepada orang yang tidak mampu, menaati peraturan, dan menyantuni anak yatim. Tahapan Menjadi Orang Sukses Dari penjelasan di atas, Anda sudah paham definisi, modal, dan jenis sukses. Sekarang waktunya Anda mengetahui apa saja yang perlu dilakukan agar Anda meraih kesuksesan. Untuk menjadi orang sukses, lakukan langkah berikut: 1. Yakinlah bahwa Anda bisa sukses 2. Tetapkan sasaran 3. Buat rencana tindakan 4. Bertindak 5. Lakukan kaji ulang 6. Tindaklanjuti 7. Syukuri kesuksesan Setelah Anda bertindak dengan keras dan mungkin juga cerdas, Anda akan meraih kesuksesan. Syukuri kesuksesan tersebut. Anda bisa melakukannya dengan sujud syukur atau memanjatkan doa sesuai kepercayaan Anda. Anda juga bisa mentraktir makan pasangan, keluarga, teman, atau anak-anak yatim Seperti Anda lihat, cara menjadi orang sukses itu sederhana. Semua orang bisa melakukannya, termasuk Anda. Jadi, cobalah ketujuh langkah yang sudah saya jelaskan di atas. Saya optimistis Anda akan menjadi orang sukses!

Belajar Bisnis Dari Khadijah (5)

Business Woman Itu Bernama Khadijah Khadijah: Contoh yang baik dari seorang wanita Muslim yang sukses? Khadijah adalah istri pertama Muhammad. Khadijah dipromosikan oleh Muslim sebagai contoh yang baik tentang bagaimana seorang wanita bisa sukses dalam Islam, tetapi harus diingat bahwa Khadijah datang ke kekayaannya, dan mendapatkan posisi terhormat, di Mekkah selama masa politeis. Ini sebelum dia bertemu dan mempekerjakan Muhammad, sebelum menikah dengan Muhammad, sebelum Muhammad menjadi nabi, dan sebelum Islam. Islam sama sekali tidak bisa menghargai prestasinya. Setelah Khadijah mati Muhammad menciptakan rintangan bagi perempuan yang membuat sulit bagi perempuan untuk mencapai apa yang dicapai Khadijah di Mekah musyrik. Khadijah binti Khuwaylid: Dia penting dalam Islam sebagai istri pertama Muhammad, dan salah satu "ibu dari orang percaya". Ayah Khadijah, Khuwaylid ibn Asad, yang meninggal sekitar 585, adalah seorang pedagang, seorang pengusaha sukses yang kekayaan dan bakat bisnisnya diwariskan oleh Khadijah, yang berhasil mengelola kepentingan bisnis ayahnya dan melestarikan kekayaan keluarga. Dikatakan bahwa ketika kafilah dagang Quraysh berkumpul untuk memulai perjalanan panjang dan sulit mereka baik ke Suriah selama musim panas atau ke Yaman selama musim dingin, kafilah Khadijah menyamai kafilah dari semua pedagang Quraish lainnya disatukan. Khadijah meraih tiga gelar: Ameerat-Quraish (Putri Quraish) dan al-Tahira (Yang Murni), dan Khadija Al-Kubra (Khadija Agung) dan dikatakan memiliki karakter yang sempurna. Dia digunakan untuk memberi makan dan pakaian orang miskin, membantu kerabatnya secara finansial, dan menyediakan untuk pernikahan orang-orang dari kerabatnya yang tidak bisa memiliki cara untuk menikah. Khadijah dikatakan tidak percaya atau menyembah berhala, [rujukan?] Yang tidak lazim untuk budaya Arab pra-Islam. Khadijah tidak bepergian dengan kafilah dagangnya; dia mempekerjakan orang lain untuk berdagang atas nama dirinya sebagai komisi. Salah satu dari karyawan ini adalah Muhammad berusia 25 tahun yang kemudian dinikahinya, meski usianya lebih tua dan lebih kaya dari dia. Tampaknya Muhammad dan Khadijah memiliki hubungan cinta dan tidak mempertimbangkan hubungan poligami, tetapi mungkin Khadijah yang kaya menjelaskan kepada Muhammad yang miskin bahwa poligami tidak akan ditoleransi dalam pernikahannya. Alasan lain yang mungkin mengapa Muhammad dan Khadijah memiliki pernikahan monogami adalah bahwa Khadijah mungkin adalah seorang Kristen Yahudi dari sekte Ebionite. Ini berspekulasi karena Waraka ibn Nawfal adalah saudara sepupu dari keluarga Khadijah, dan Waraka adalah seorang imam Ebionite. Khadijah meninggal pada 619 M sebelum migrasi Muslim dari Mekah ke Madinah pada 622 M, sebuah peristiwa yang disebut Hijrah oleh umat Islam. Ini penting untuk diingat karena berada di Madinah, setelah kematian Khadijah, di mana ayat-ayat dalam Al Qur'an yang menempatkan perempuan 'di tempat mereka' terungkap. Hadis ini menunjukkan bagaimana di Madinah Umar, salah satu sahabat Muhammad, berkampanye untuk mengendalikan wanita: "Dan kemudian, saat masih berdiri, saya berkata ngomong, 'Maukah anda memperhatikan apa yang saya katakan, wahai Rasulullah? Kami, orang-orang Quraish dulu memiliki kekuasaan atas para wanita kami, tetapi ketika kami tiba di Medina, kami menemukan bahwa orang-orang (di sini) dikuasai oleh para wanita mereka. ' Nabi tersenyum dan kemudian saya berkata kepadanya, 'Maukah Anda memperhatikan apa yang saya katakan, Ya Rasul Allah? " [ Sahih Bukhari, Volume 7, Buku 62, Nomor 119 ] . Dan inilah yang Nabi Muhammad lakukan: Iyas ibn Abdullah ibn AbuDhubab melaporkan Rasul Allah yang mengatakan: Jangan memukuli para hamba Allah, tetapi ketika Umar datang kepada Rasul Allah dan berkata: Wanita telah menjadi berani terhadap suami mereka, dia (Nabi) memberi izin untuk mengalahkan mereka Kemudian banyak wanita datang ke keluarga Rasul Allah mengeluh terhadap suami mereka. Jadi Rasul Allah berkata: Banyak wanita telah berkeliling keluarga Muhammad mengeluh kepada suami mereka. Mereka bukan yang terbaik diantara kamu. [ Abu Dawud, Buku 11, Nomor 2141 ]. Allah juga menanggapi kampanye Umar dengan sebuah ayat yang mengatakan bahwa karena seorang istri bergantung pada suami mereka, istri harus patuh kepada suami mereka, dan itu juga memungkinkan para suami untuk memukul istri mereka dalam keadaan tertentu: Pria adalah pengelola wanita karena Allah telah membuat beberapa dari mereka untuk unggul orang lain dan karena mereka menghabiskan harta mereka karena itu wanita yang baik patuh, menjaga yang tak terlihat sebagaimana yang dijaga Allah dan (untuk) mereka yang di pihak Anda takut desersi, tegur mereka, dan tinggalkan mereka sendirian di tempat tidur dan kalahkan mereka maka jika mereka mematuhimu, jangan mencari jalan melawan mereka Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. [ Quran 4:34 ] Allah nampaknya membuat anggapan bahwa manusia selalu menjadi pencari nafkah. Hadis ini mengatakan bahwa pria itu adalah wali keluarganya, dan wanita itu adalah wali rumah suaminya: Diriwayatkan 'Abdullah bin' Umar: Bahwa ia mendengar Rasul Allah bersabda: “Setiap orang dari Anda adalah wali dan bertanggung jawab atas tanggung jawabnya; Penguasa adalah wali dan bertanggung jawab atas rakyatnya; Pria itu adalah wali di keluarganya dan bertanggung jawab atas tuduhannya Seorang wanita adalah wali rumah suaminya dan bertanggung jawab atas tuduhannya dan pelayan adalah penjaga harta tuannya dan bertanggung jawab atas dakwaannya. ”Saya benar-benar mendengar hal di atas dari Nabi dan berpikir bahwa Nabi juga berkata,“ Seorang laki-laki adalah wali dari properti ayahnya dan bertanggung jawab atas dakwaan-dakwaannya jadi kalian semua adalah wali dan bertanggung jawab atas dakwaannya.” [ Sahih Bukhari, Volume 3, Buku 46, Nomor 733 ] Dengan kata lain: pria pergi bekerja dan mendapatkan uang, dan wanita tinggal di rumah, menjaga anak-anak, dan melakukan pekerjaan rumah tangga. Ini berasal dari pria yang merupakan istri pertama yang mempekerjakannya. Ayat ini mensyaratkan bahwa wanita harus menutupi ketika di sekitar pria yang dapat menikahi mereka: Dan katakan kepada wanita yang percaya bahwa mereka harus menurunkan pandangan mereka dan menjaga kesopanan mereka bahwa mereka seharusnya tidak menampilkan keindahan dan ornamen mereka kecuali apa yang (biasanya) muncul darinya; bahwa mereka harus menarik cadar mereka di atas dada mereka dan tidak menampilkan kecantikan mereka kecuali kepada suami mereka , ayah mereka, ayah suami mereka, putra mereka, putra suami mereka, saudara laki-laki mereka atau putra saudara laki-laki mereka, atau putra saudara mereka, atau mereka wanita, atau budak yang dimiliki tangan kanan mereka, atau pelayan laki-laki yang bebas dari kebutuhan fisik, atau anak kecil yang tidak memiliki rasa malu terhadap seks; dan bahwa mereka seharusnya tidak menyerang kaki mereka untuk menarik perhatian pada ornamen tersembunyi mereka. Dan Hai orang-orang yang beriman! berpalinglah kepada Allah, supaya kamu mencapai Malcolm. [ Quran 24:31 ] Dan hadits ini sering digunakan oleh umat Islam untuk menunjukkan seberapa banyak wanita dapat menunjukkan dirinya kepada pria yang tidak ada dalam daftar di atas: "Asma, anak perempuan AbuBakr, masuk atas Rasul Allah mengenakan pakaian tipis. Rasul Allah mengalihkan perhatian darinya. Dia berkata: O Asma ', ketika seorang wanita mencapai usia haid, itu tidak sesuai dengan dia bahwa dia menampilkan bagian tubuhnya kecuali ini dan ini, dan dia menunjuk ke wajah dan tangannya." [ Sunan Abu Dawud, Buku 32, Nomor 4092 ]. Alasan mengapa wanita membutuhkan pendamping pria saat bepergian berasal dari hadis ini: Diriwayatkan Ibnu Abbas: Bahwa ia mendengar Nabi berkata: "Tidak diperbolehkan bagi seorang pria untuk sendirian dengan seorang wanita, dan tidak ada wanita yang harus bepergian kecuali dengan Muhram (yaitu suaminya atau seseorang yang tidak dapat dia nikahi dalam hal apapun untuk pernah; misalnya ayahnya, saudara laki-lakinya, dll.) Kemudian seorang lelaki bangkit dan berkata, “Wahai Rasul Allah! Saya telah mendaftarkan diri di ketentaraan untuk Ghazwa seperti itu dan istri saya melanjutkan haji. ”Rasul Allah berkata,“ Pergilah, dan lakukan Haji bersama istri Anda. ” [ Sahih Bukhari, Volume 4, Buku 52, Nomor 250 ] Semua pembatasan terhadap perempuan ini dimasukkan ke dalam Islam setelah kematian Khadijah, dan mereka mengurangi kemampuan perempuan untuk mandiri dari suami mereka dan berhasil dalam bisnis seperti Khadijah.

Belajar Bisnis Dari Khadijah (4)

Wanita Berbinis Dalam Pandangan Islam Di era digital yang berkembang sangat pesat mempengaruhi banyak hal. Salah satunya adalah maraknya para wanita yang mulai berbisnis dengan memanfaatkan berbagai jejaring sosial. Bukan hanya wanita yang masih sendiri/belum bersuami yang terjun untuk berbisnis, para wanita yang sudah menikah juga ikut memanfaatkan trend ini. Harga – harga kebutuhan pokok yang terus naik setiap tahunnya, membuat para istri harus berusaha untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga. Tapi apakah dibolehkan seorang wanita untuk berbisnis dalam islam ? Harus dipahami terlebih dahulu, bahwa bagi seorang wanita / muslimah bisnis itu adalah suatu pilihan, hukumnya mubah (boleh) artinya, boleh diambil boleh tidak. Sebabnya, kewajiban utama dari wanita ialah pengatur rumah tangga dan menjadi madrasah bagi anak-anaknya. Para muslimah yang ingin berbisnis juga harus mengerti dan memahami bagaimanan cara berbisnis yang sesuai dengan syari’at islam. Karena bisnis bukan hanya berapa uang yang didapat namun halal atau haram. Jika seorang muslimah itu sudah menikah, harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari suami. Ketaatan seorang istri kepada suami itu hal yang lebih wajib/mutlak. Selain itu, dalam hal waktu, Ia akan mengambil waktu untuk menjalankan bisnisnya. Dengan mendapatkan izin dari suami menjadi pintu bisnis tersebut menjadi berkah. Apabila suami tidak mengizinkan lebih baik muslimah tidak mengambil pilihan untuk berbisnis karena dalam hal ini hukumnya menjadi tidak boleh. Niatkan membantu dan meringankan nafkah suami, sehingga niat tersebut menjadi sebuah sedekah. Selalu hindari bisnis yang dijalankan dari riba, karena riba sangat membahayakan dan menjadikan hukum berbisnis itu menjadi haram. Hukum Wanita Bekerja Dan Berdagang Apakah islam melarang wanita bekerja dan berdagang? Islam tidak melarang seorang wanita bekerja ataupun berdagang bahkan sebaliknya Allah Azza wa Jalla memerintahkan para hambaNya untuk beramal dan bekerja. Apakah islam melarang wanita bekerja dan berdagang? Islam tidak melarang seorang wanita bekerja ataupun berdagang bahkan sebaliknya Allah Azza wa Jalla memerintahkan para hambaNya untuk beramal dan bekerja. Allah Ta’ala berfirman: وَقُلِ اعْمَلُواْ فَسَيَرَى اللّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ “Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.’” (QS. At-Taubah: 105) Dan juga firmanNya: لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا “Untuk menguji kalian siapakah diantara kalian yang paling baik amalnya.” (QS. Al Mulk: 2) Ayat ini bersifat umum mencakup laki-laki dan perempuan. Allah Ta’ala membolehkan perdagangan juga untuk semua. Karena setiap manusia diperintahkan untuk berusaha, menempuh sebab serta beramal baik dia laki-laki ataupun perempuan. Allah Ta’ala berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلاَّ أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ “Wahai orang-orang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan bathil. Kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka diantara kamu.” (QS. An Nisa: 29) Ayat ini juga bersifat umum ditujukan untuk laki-laki dan perempuan. Allah Ta’ala berfirman: وَاسْتَشْهِدُواْ شَهِيدَيْنِ من رِّجَالِكُمْ فَإِن لَّمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّن تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاء أَن تَضِلَّ إْحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الأُخْرَى وَلاَ يَأْبَ الشُّهَدَاء إِذَا مَا دُعُواْ وَلاَ تَسْأَمُوْاْ أَن تَكْتُبُوْهُ صَغِيرًا أَو كَبِيرًا إِلَى أَجَلِهِ ذَلِكُمْ أَقْسَطُ عِندَ اللّهِ وَأَقْومُ لِلشَّهَادَةِ وَأَدْنَى أَلاَّ تَرْتَابُواْ إِلاَّ أَن تَكُونَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلاَّ تَكْتُبُوهَا “Dan persaksikanlahlah dengan dua orang saksi laki-laki diantara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki maka boleh satu orang laki-laki dan dua orang perempuan diantara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi yang ada, agar jika seorang lupa maka yang seorang lagi mengingatkannya. Dan janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil. Dan janganlah kamu bosan menuliskannya untuk batas waktunya baik (utang itu) kecil atau besar. Yang demikian itu lebih adil disisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian dan lebih mendekatkan kamu kepada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan perdagangan tunai yang kamu jalankan diantara kamu. Maka tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak menuliskannya.” (QS. Al Baqarah: 282). Ayat ini ditujukan untuk laki-laki dan perempuan. Allah Ta’ala memerintahkan untuk mencatat ketika transaksi utang piutang. Allah juga memerintahkan agar menghadirkan saksi saat transaksi tersebut. Kemudian Allah menjelaskan bahwa semua (peraturan) terkait dengan utang piutang. Intinya, perintah mencatat dan menghadirkan saksi itu berlaku umum (bagi laki-laki dan perempuan). Kemudian Allah Ta’ala melanjutkan firmanNya: إِلاَّ أَن تَكُونَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلاَّ تَكْتُبُوهَا “Kecuali jika hal itu merupakan perdagangan tunai yang kamu jalankan diantara kamu. Maka tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak menuliskannya.” (QS. Al Baqarah: 282) Sementara isyhad (mempersaksikan), bentuknya adalah menghadirkan saksi. Karena itu Allah berfirman di ayat selanjutnya: وَأَشْهِدُوْاْ إِذَا تَبَايَعْتُمْ “Ambillah saksi jika kamu berjual beli.” (QS. Al Baqarah: 282) Ayat-ayat diatas berlaku secara umum baik untuk laki-laki dan perempuan. (Perintah) mencatat utang piutang ditujukan untuk laki-laki dan perempuan. Berdagang (jual-beli) dan menjadi saksi berlaku untuk lelaki dan perempuan. Mereka (laki-laki dan perempuan) boleh mengambil saksi untuk perdagangan serta pencatatan mereka. Hanya saja, jual beli secara tunai boleh tidak dicatat. Karena telah dibayar dengan tunai sehingga tidak menyisakan urusan. Semua peraturan ini berlaku bagi laki-laki dan perempuan. Demikian juga yang terdapat dalam dalil lainnya, semuanya berlaku bagi laki-laki dan perempuan, seperti hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dimana beliau bersabda: البيعان بالخيار ما لم يتفرقا، فإن صدقا وبينا بورك لهما في بيعهما وإن كتما وكذبا مُحِقت بركة بيعهما Juga firman Allah Ta’ala: وَأَحَلَّ اللّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا “Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dabn mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah: 275) semuanya berlaku umum (bagi laki-laki dan perempuan). Akan tetapi yang wajib diperhatikan ketika bekerja ataupun berdagang adalah hendaknya interaksi diantara mereka harus dalam bentuk interaksi yang jauh dan terbebas dari semua penyebab masalah dan yang menimbulkan perbuatan munkar. Wanita bekerja (ditempat) yang tidak ada campur baur dengan laki-laki serta tidak memicu timbulnya fitnah. Demikian pula tatkala wanita berdagang, dalam keadaan yang bersih dari fitnah. Dengan tetap memperhatikan hijabnya, menutupi aurat, serta menjauhi sebab terjadinya fitnah. Demikianlah yang sepatutnya diperhatikan dalam jual beli dan semua kegiatan wanita. Karena Allah berfirman: وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى “Dan hendaklah kamu tetap berada dirumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliyah dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33) وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِن وَرَاء حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ “Apabila kamu meminta sesuatu keperluan kepada mereka (istri-istri Nabi) maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. Al-Ahzab: 53) يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ “Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin,’Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’” (QS. Al-Ahzab: 59). Karena itu, jual beli para wanita hanya dilakukan diantara para wanita, sementara jual beli para laki-laki di tempat tersendiri, hukumnya dibolehkan. Demikian pula untuk semua pekerjaan wanita. Seorang wanita menjadi dokter untuk pasien wanita, perawat wanita untuk pasien wanita, guru wanita mengajar wanita maka ini tidak masalah. Dokter laki-laki menangani pasien laki-laki, dan guru laki-laki mengajar laki-laki. Adapun dokter wanita menangani pasien laki-laki atau dokter laki-laki menangani pasien wanita atau perawat wanita untuk laki-laki dan perawat laki-laki untuk pasien perempuan maka inilah yang dilarang syariat, karena mengandung fitnah dan kerusakan. Oleh karena itu, disamping adanya toleransi untuk bekerja dan berdagang bagi lelaki dan wanita, semua harus dilakukan dalam keadaan terbebas dari segala yang membahayakan agama dan kehormatan para wanita, serta tidak membahayakan bagi lelaki. Namun pekerjaan para wanita dilakukan dalam kondisi tidak memicu segala yang membahayakan agamanya, kehormatannya, dan tidak menimbulkan kerusakan dan godaan bagi lelaki. Demikian pula pekerjaan para lelaki yang terjadi diantara mereka, tidak boleh ada kehadiran wanita, yang bisa memicu godaan dan kerusakan. Yang ini memiliki area pekerjaan sendiri, yang itu juga memiliki area pekerjan sendiri, dengan meniti jalur selamat, yang tidak membahayakan kelompok pertama maupun kelompok kedua, serta tidak membahayakan masyarakat itu sendiri. Akan tetapi menjadi pengecualian dari hal diatas bila dalam keadaan darurat. Jika keadaan mendesak dimana seorang lelaki harus bekerja menangani wanita, seperti melayani pasien wanita ketika tidak ada dokter laki-laki atau wanita melakukan pekerjaan laki-laki ketika tidak ada dokter lelaki yang menangani pasien lelaki, sementara wanita ini tahu penyakitnya dan bisa menanganinya, dengan tetap menjaga diri, menjauhi segala yang memicu godaan, dan menghindari khalwat (berdua-duaan), serta larangan semacamnya. Karena itu, jika ada pekerjaan wanita yang dilakukan bersama lelaki atau sebaliknya karena kebutuhan yang mendesak atau darurat, dengan tetap menjaga sebab-sebab yng menimbulkan fitnah baik khalwat atau terbukanya (aurat) maka keadaan seperti ini dikecualikan (baca: diperbolehkan). Tidaklah mengapa seorang wanita menolong laki-laki yang memerlukan bantuan. Begitu juga laki-laki menolong wanita yang perlu ditangani, dengan catatan tidak membahayakan keduanya. Seperti dokter wanita mengobati pasien laki-laki disaat tidak ada dokter laki-laki, sementara si wanita tahu penyakitnya, dengan tetap menjaga diri dari fitnah dan khalwat. Demikian juga, yang dilakukan dokter laki-laki pada pasien wanita karena tidak dijumpai dokter wanita yang mengobatinya maka keadaan ini termasuk keadaan yang mendesak. Demikian pula kegiatan di pasar, wanita melakukan jual beli yang mereka butuhkan, dengan tetap menutup aurat dengan benar dari pandangan laki-laki. Demikian juga tatkala wanita shalat berjama’ah dimasjid hendaknya tetap menjaga diri, menutup aurat, berada di belakang shaf laki-laki. Serta kegiatan serupa yang dilakukan wanita, yang tidak menimbulkan fitnah dan bahaya bagi kedua pihak (laki-laki dan perempuan). Demikianlah yang dilakukan oleh Nabi shallallahu’alaihi wasallam. Terkadang beliau berbicara dengan wanita, para wanita berkumpul untuk mendengar kajian beliau lalu beliaupun memberi nasehat. Inilah yang boleh dilakukan laki-laki kepada wanita. Ketika shalat Ied, seusai berkhutbah di hadapan lelaki beliau mendatangi jamaah wanita, mengingatkan mereka, menasehati mereka untuk beramal kebaikan. Demikian juga di beberapa kesempatan, para wanita berkumpul dan beliau memberi peringatan, mengajari mereka (perkara agama) serta menjawab pertanyaan mereka. Semua aturan di atas termasuk dalam kasus ini. Demikian pula generasi sepeninggal beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seorang laki-laki memberi peringatan kepada kaum wanita, menasehati mereka, mengajari mereka ketika berkumpul (disuatu tempat) dan dengan cara yang terpuji, menjaga hijab dan menjauhi sebab-sebab timbulnya fitnah. Jika semua itu dibutuhkan, seorang laki-laki boleh melakukan hal penting yang mereka butuhkan (mengajar, memberi peringatan dan nasehat) (para wanita), dengan menjaga hijab, menutup (aurat) dan menjauhi semua bentuk fitnah bagi keduanya.

Belajar Bisnis Dari Khadijah (3)

 Belajar Bisnis Dari Khadijah  Tantangan dalam Bisnis Menjadi orang kaya dengan banyak uang adalah cita-cita yang selalu diidamkan oleh banyak orang. Namun banyak orang ingin kaya, tetapi mereka tidak mau mulai berbisnis. Padahal salah satu cara agar Anda memiliki banyak uang adalah berbisnis. Tetapi saat Anda berbisnis Anda juga akan menghadapi berbagai tantangan. Cukup banyak tantangan saat memulai bisnis. Banyak pebisnis pemula yang tidak sanggup menghadapi tantangan tersebut, dan akhirnya mereka menyerah menjadi pebisnis. Tantangan inilah yang tak pernah terpikirkan oleh pengusaha-pengusaha pemula. Mereka kaget, ketika mendapatkan hasil yang tidak memuaskan dari bisnis yang mereka jalankan. Meskipun hal tersebut adalah hal yang wajar, gagal sekali dua kali hingga 10 kali saat pertama kali memulai bisnis adalah sesuatu yang wajar dan normal. Itulah tantangan pertama yang harus kita hadapi dalam memulai bisnis. Masih banyak lho tantangan saat memulai bisnis yang akan Anda hadapi. Bukan hanya sekedar kegagalan karena barang tidak laku. Namun ada berbagai tantangan yang lebih berat dari itu, dan jika Anda bisa menghadapi semua tantangan tersebut, bersiaplah mendapatkan kekayaan yang selama ini Anda nantikan. Apa saja tantangan saat memulai bisnis yang banyak dihadapi oleh para pengusaha pemula. Simak langsung dibawah ini: Ditipu Klien atau Konsumen Anda kena tipu oleh klien atau konsumen yang menyebabkan Anda mengalami kerugian yang begitu besar. Hal ini sering dialami pebisnis yang baru merintis usahanya, mereka sering sekali ditipu oleh klien dan konsumen. Dari mulai proyek fiktif, supplier bahan baku yang tidak juga mengantarkan pesanan, dan juga konsumen yang sudah mengambil barang milik Anda namun tidak membayarnya. Bersiaplah menghadapi tantangan saat memulai bisnis yang satu ini. Meskipun tidak semua pengusaha mengalami hal ini, namun Anda harus waspada dari tipuan-tipuan yang bisa saja menyerang Anda saat memulai usaha. Menghadapi Kompetitor Tantangan saat memulai bisnis selanjutnya yang sudah pasti Anda hadapi dan tidak mungkin Anda hindari adalah menghadapi kompetitor. Bukan bisnis jika tidak ada kompetitor, disinilah jiwa wirausaha Anda akan diuji. Karena Anda akan merasa bahwa kompetitor lebih hebat, kompetitor memiliki modal kuat, dan memiliki tim solid dibandingkan Anda yang baru merintis. Anda harus bisa menciptakan produk-produk yang memang memiliki nilai jual, nilai inovatif, dan disisipkan sebuah kreatifitas. Anda juga harus melihat celah yang tidak dimiliki kompetitor, sehingga Anda bisa mendapatkan tempat di hati konsumen. Intinya Anda harus membuat sesuatu yang berbeda dari yang dimiliki oleh kompetitor. Jika Anda bisa menghadapi tantangan yang satu ini, maka Anda akan menjadi seorang pengusaha yang sukses. Manajemen Waktu Tantangan yang sering dihadapi oleh pebisnis pemula adalah manajemen waktu yang buruk. Hampir semua pengusaha pemula tidak memiliki manajemen waktu yang baik. Banyak pengusaha pemula yang tidak memikirkan pentingnya manajemen waktu. Mungkin Anda merasa belum terlalu fokus mengelola bisnis secara mandiri. Karena masih fokus untuk bekerja, hal ini jugalah yang membuat sulitnya bisnis berkembang dan menjadi salah satu tantangan terbesar para pebisnis di Indonesia. Mudah Tergiur Dengan Hal Baru Ketika bisnis Anda baru mendapatkan sedikit keuntungan, Anda mendapat tawaran untuk memulai bisnis lain. Hal ini menjadi tantangan saat memulai bisnis yang sering terjadi pada pengusaha pemula, akibat mendapatkan tawaran dan melihat kompetitor berhasil, dan menyebabkan Anda menjadi iri terhadap kompetitor serta ingin mencoba apa yang sudah dilakukan oleh kompetitor. Hal inilah yang membuat banyak pengusaha pemula hanya bisa menikmati kesuksesannya sesaat. Karena mereka tidak fokus dengan apa yang sudah mereka lakukan saat ini. Mereka selalu ingin tergiur dengan hal baru, dan membuat usaha utamanya tidak fokus dijalankan, padahal usaha awal belum dalam keadaan stabil. Pengelolaan Keuangan yang Buruk Tantangan saat memulai bisnis selanjutnya adalah pengelolaan keuangan yang buruk. Mungkin Anda merasa tidak bisa mengatur keuangan dengan baik, dan setiap mendapatkan modal, modal tersebut entah kemana larinya dan hasil dari perputaran modal tidak pernah terlihat. Padahal dengan pengelolaan keuangan yang baik, Anda bisa mengatur keuangan usaha Anda. Banyak pengusaha yang sudah mendapatkan sedikit keuntungan, menggunakan hasil keuntungan tersebut dengan sesuatu yang tidak jelas dan tidak terarah. Mereka mengaku uang tersebut untuk memutarkan usahanya, padahal cara yang mereka lakukan salah. Agar pengelolaan keuangan dapat dijalankan dengan baik. Maka Anda harus melakukan beberapa cara untuk mengatur keuangan usaha. Seperti mencatat semua transaksi, menyimpan seluruh bukti transaksi, serta membuat laporan keuangan setiap periode. Untuk memudahkan Anda dalam mengelola data keuangan. Sebaiknya Anda menggunakan software akuntansi Accurate untuk membantu Anda dalam mengelola keuangan usaha. Dengan mengunakan software Accurate, terutama Accurate Online (AOL) yang sangat cocok digunakan oleh UKM Anda bisa mengawasi laju keuangan yang terdapat pada bisnis Anda. Berikut beberapa tantangan yang dihadapi dalam bisnis: 1. Tantangan produktivitas Dalam bisnis harus meningkatkan produktivitasnya, karena mereka akan menghadapi pasar luas yang makin berkembang. Usaha produktivitas ini dapat dilakukan dengan cara: - Memperbaharui mesin-mesin dengan mesin modern, canggih, agar hasil produksinya tidak ketinggalan zaman dan efisien dalam melakukan produksi. - Kembangkan kegiatan Research and Development. Sediakan dana untuk itu, agar bisa berkembang desain, mutu, dan pasar baru dari produk yang dihasilkan. - Di negara maju banyak di coba pemakaian robot, untuk mempercepat dan mempermudah pekerjaan. - Kembangkan manajemen personalia agar karyawan dapat dimotivasi dalam meningkatkan produksi dan moralnya lebih baik. - Libatkan karyawan dalam pengambilan keputusan. 2. Tantangan kualitas Konsumen merasa tidak senang membeli produk yang cepat rusak dan seringkali diperbaiki. Konsumenpun tidak senang dengan perusahaan jasa yang tidak mau memperbaiki versinya. Perusahaan yang baik kadang-kadang menunjuk seorang Kepala Bagian atau seorang Wakil Direktur urusan kualitas. Meningkatkan mutu berarti membuat sesuatu menjadi lebih baik dan tingkat efisien pun menjadi lebih baik pula. Perbaikan kualitas ini tidak menyangkut produk saja, namun juga mencakup seluruh bagian dan tingkatan dalam kualitas. 3. Tantangan pasar global Persaingan global makin lama makin meningkat. Oleh sebab itu, produktivitas dan kualitas produk harus ditingkatkan agar dapat menghadapi persaingan global tersebut. Seperti Jepang yang memperlihatkan keunggulan dalam hal ini. Ini mungkin karena adanya kerja sama pemerintah yang men-support industri Jepang, sehingga memungkinkan Industri Jepang melakukan penetrasi pasar global, untuk semua produk unggulan Jepang seperti mobil, elektronik, film, TV dan sebagainya. Dilihat dari aspek lain, tantangan bisnis datang dari: 1. The demographic and kultural Challenge Ini menyangkut pertambahan penduduk, dan struktur usia penduduk saat ini dan masa yang akan datang. Dunia bisnis harus memperhitungkan masalah in, harus dilakukan antisipasi secermat mungkin, terutama perusahaan yang produknya berhubungan langsung dengan gejala perubahan penduduk tersebut. Demikian pula halnya kebudayaan yang dianut generasi muda mulai berbeda dengan generasi tua. Ada kecenderungan anak muda sekarang, yang tidak ingin mengadopsi budaya nenek moyang mereka. Mereka terpengaruh oleh budaya global. 2. The Enviromental Challenge Tantangan lingkungan terutama menyangkut masalah polusi, air, udara, dan suara yang mempunyai efek terhadap penyakit. Begitu banyak dana terbuang untuk mencegah dan mengobati penyakit akibat polusi. Demikian pula karyawan perusahaan tidak masuk karena sakit, semua ini mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Ada kecenderungan perusahaan yang tidak menjaga kelestarian lingkungan tidak disenangi dan akan ditinggalkan oleh konsumennya. 3. The social responsibility and ethics Challenge Dunia bisnis dihadapkan pada tanggung jawabnya terhadap masyarakat. Pertama proses produksi harus selalu menjaga kelestarian lingkungan. Kemudian produk yang dihasilkan harus bermanfaat bagi konsumen, jangan sampai membahayakan konsumen. Pelaku bisnis harus pula menjaga etika, baik didalam perusahaan berhubungan dengan karyawan maupun diluar perusahaan yang berhubungan dengan konsumen, saingan, dan stakeholder lainnya. 4. The Technology Challenge Teknologi adalah hasil perkembangan ilmu pengetahuan, yang membuat produksi makin lama makin canggih. Dunia bisnis mengeluarkan banyak biaya untuk melakukan penelitian terhadap kemungkinan perkembangan teknologi baru, dan dampak sebuah teknologi baru terhadap teknologi yang ada sekarang ini. Contoh perkembangan teknologi yang sangat pesat, dijumpai pada alat telekomunikasi, sari telepon kabel, ke telepon tanpa kabel dan telepon genggam. Demikian pula dengan teknologi bidang percetakan serta fotocopy Kebutuhan Manusia Dan Manajemen Bisnis Kebutuhan ini dimulai dari dasar segitiga dengan kebutuhan psikologi dasar manusia untuk bertahan hidup seperti, makanan, air, dan tidur yang kemudian meningkat ke puncak segitiga yang mewakili pencapaian kepuasan dalam hidup yang mengacu pada aktualisasi diri. Diantara kebutuhan psikologis dan hasrat aktualisasi diri, ada tiga kebutuhan lainnya yang diperlukan, seperti, keamanan, kepemilikan, dan penghargaan. Usaha kecil, korporasi besar, dan setiap manajer harus mengetahui teori Maslow ini dan membuat keputusan yang memenuhi beberapa aspek kebutuhan ini jika mereka ingin mengembangkan karyawan yang setia, kompeten, dan puas. Ada banyak penerapan praktis dari hirarki kebutuhan Maslow ini yang dilakukan dalam praktek bisnis. Dengan menganggap bahwa kebutuhan dasar hidup dipenuhi di tempat kerja, berikut ada beberapa saran. Banyak dari saran ini sudah digunakan dalam kehidupan bisnis dan hasilnya adalah meningkatnya kepuasan dan produktivitas karyawan. Menariknya, penerapan prinsip ini bisa diterapkan di perusahaan multi nasional atau operasional bisnis sederhana dengan sedikit karyawan. Kebutuhan keamanan meliputi perasaan aman di dalam lingkungan tertentu. Bisnis harus memastikan adanya rencana dan kebijakan yang mempengaruhi berbagai keadaan yang mungkin terjadi, seperti kebakaran, banjir, angin topan, atau bahkan kecelakaan yang mungkin terjadi di tempat kerja. Karyawan harus diberikan pengarahan singkat apa yang harus dilakukan dalam kondisi darurat dan manajemen harus menunjukkan perhatiannya. Apakah pemadam kebakaran, alat pertolongan pertama dan nomor telepon darurat tersedia? Perhatian lainnya seperti memastikan apakah penerangan di area parkir sudah memadai sehingga karyawan yang datang lebih awal atau pulang lembur akan merasa aman . Kebutuhan kepemilikan memberikan rasa kekeluargaan dan membuat karyawan merasa sebagai bagian dari tim. Topi, kaos atau aksesoris biasa digunakan untuk menunjukkan kekompakan group serta identitas personal. Hal sederhana seperti mengingat hari ulang tahun dengan memberikan ucapan selamat atau kartu ucapan menanamkan rasa keberadaan dan menciptakan lingkungan dimana produktivitas individu meningkat karena mereka merasa dihargai. Kebutuhan penghargaan memberikan rasa pencapaian dan kepuasan pada karyawan. Karyawan teladan, sertifikat penghargaan, ucapan terima kasih di depan umum atas pekerjaan yang terselesaikan dengan baik, merupakan hal positif di lingkungan kerja. Ini hanyalah contoh dari banyak cara dimana para manajer bisa menggunakan psikologi perilaku manusia untuk memberikan rasa keberadaan bagi siapa saja yang terlibat di tempat kerja. Setiap manajer atau pemimpin harus familiar dengan hirarki kebutuhan Maslow dan menerapkan elemen-elemen tersebut di tempat kerja .

Belajar Bisnis Dari Khadijah (2)

 Belajar Bisnis Dari Khadijah  Sarana Mengaktualisasikan Diri Manusia memiliki tingkatan kebutuhan dalam hidupnya. Bila dalam kondisi normal orang masih didominasi oleh kebutuhan akan gengsi atau kebutuhan lain di bawahnya, ia tidak berbeda dengan monyet. Di dalam lingkungan sosial, kita dapat menemukan berbagai karakteristik individu. Ada orang yang terobsesi mengumpulkan uang, properti, atau mengejar jaminan perlindungan dan rasa aman sedemikian rupa. Sementara orang lain santai-santai saja dalam hal itu. Ada yang sibuk mencari simpati dan ketenaran, ada yang low profile, lemah lembut dan penuh penerimaan terhadap orang lain. Ada yang aktif menyalurkan hobi, ada pula yang gelisah karena tidak dapat mengembangkan diri secara maksimal. Variasi karakteristik individu seperti di atas mencerminkan variasi kebutuhan yang mendominasi seseorang. Hal itu mengingatkan kita pada teori hierarki kebutuhan dari Maslow. Secara garis besar teori dari tokoh psikologi humanistik ini menggambarkan lima tingkat (hierarki) kebutuhan, dari yang terendah hingga tertinggi: fisiologis, rasa aman, cinta dan rasa memiliki, penghargaan, dan aktualisasi diri. Bila kebutuhan dari tingkat yang lebih rendah terpenuhi, secara otomatis individu didorong oleh kebutuhan yang setingkat lebih tinggi. Teori tersebut sangat populer di kalangan psikologi maupun manajemen. Namun, umumnya kita hanya mengingat secara garis besar. Berikut ini disajikan teori Maslow secara lebih lengkap untuk membantu kita memahami perilaku orang-orang di sekitar kita, khususnya memahami diri sendiri, dari sisi motivasi. Karya Maslow Diawali dengan keberatannya atas teori kepribadian dari Sigmund Freud (yang dikembangkan berdasarkan penelitian terhadap individu yang mengalami masalah kejiwaan), Maslow mencoba menemukan ciri-ciri kepribadian sehat pada individu-individu yang menurutnya merupakan wakil-wakil terbaik dari spesies manusia. Maslow meneliti kepribadian 46 orang, baik yang telah meninggal maupun yang masih hidup. Di antara subjek penelitiannya adalah Thomas Jefferson, Abraham Lincoln, Albert Einstein, Eleanor Roosevelt, Goethe. Dari kalangan psikologi, yang diteliti Max Wertheimer dan Ruth Benedict. Untuk mereka yang masih hidup, pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, asosiasi bebas, dan tes proyektif. Untuk yang sudah meninggal, Maslow menggunakan teknik analisis biografi dan otobiografi. Sebagai hasilnya, Maslow menyimpulkan bahwa semua manusia dilahirkan dengan kebutuhan instingtif yang mendorong untuk bertumbuh dan berkembang, untuk mengaktualisasi diri, mengembangkan potensi yang ada sejauh mungkin. Potensi untuk pertumbuhan dan kesehatan psikologis itu diaktualisasi (diwujudkan) atau tidak, tergantung pada kekuatan individual dan sosial yang memajukan atau menghambat. Pada umumnya manusia memiliki potensi lebih banyak daripada apa yang dapat dicapai. Tidak banyak orang yang mencapai aktualisasi diri. Namun, Maslow tetap optimis tentang kemungkinan bahwa jumlah orang yang mencapai keadaan ideal ini dapat semakin banyak. Prasyarat untuk mencapai aktualisasi diri adalah dengan memuaskan empat kebutuhan yang lebih rendah. Hierarki Kebutuhan Konsep hierarki kebutuhan Maslow mengasumsikan bahwa tingkat kebutuhan yang lebih rendah dipuaskan atau relatif terpuaskan sebelum kebutuhan lebih tinggi menjadi motivator. Jadi, kebutuhan lebih rendah merupakan prepotensi bagi kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi, sehingga harus dipuaskan terlebih dahulu. Orang yang termotivasi oleh kebutuhan harga diri atau aktualisasi diri pasti telah terpuaskan kebutuhannya akan makanan, rasa aman, dan kasih sayang. 1. Kebutuhan Fisiologis Kebutuhan ini meliputi makanan, air, oksigen, suhu tubuh teratur, dan sebagainya. Yang sangat penting untuk kelangsungan hidup, sehingga paling kuat di antara kebutuhan lainnya. Inilah satu-satunya kebutuhan yang dapat dipuaskan sedemikian rupa, sehingga seseorang dapat sangat puas, meski kebutuhan ini muncul berulang-ulang secara ajek. Mereka yang kelaparan, sangat sedikit peluangnya mendapatkan makanan (karena miskin atau dalam keadaan tidak makan berhari-hari) akan didominasi kebutuhan ini dan tidak sempat memikirkan kebutuhan lainnya. Pada orang berkecukupan, yang mereka pikirkan bukan sekadar adanya makan, melainkan soal selera. Bila yang kesulitan mendapatkan makanan bertanya, “Hari ini bisa makan atau tidak”, yang berkecukupan, “Mau makan apa sekarang?” 2. Kebutuhan Rasa Aman Kebutuhan ini meliputi keamanan fisik, stabilitas, ketergantungan, perlindungan, bebas dari ancaman (sakit, ketakutan, kecemasan, bahaya, dan keadaan chaos). Selain itu juga kebutuhan akan hukum, keteraturan, dan struktur. Berbeda dengan kebutuhan fisiologis, kebutuhan ini tidak dapat terlalu dipuaskan: tidak ada orang merasa sangat aman. Dalam situasi ketidakpastian, misalnya dalam situasi chaos saat kondisi politik memanas, saat ada isu tsunami, dsb, kita berusaha sebanyak mungkin memiliki jaminan, perlindungan, dan ketertiban. Pada anak-anak, kebutuhan rasa aman ini sangat tinggi karena mereka dapat merasa terancam oleh berbagai situasi lingkungan: ruang gelap, binatang, hukuman dari orangtua dan guru, dsb. Orang dewasa yang neurotik juga relatif tinggi kebutuhannya akan rasa aman. Hal ini disebabkan ketakutan irasional yang dialaminya akibat rasa tidak aman yang dibawa sejak masa kecil. Ia sering mengalami perasaan dan bertindak seperti ketika ia mendapatkan situasi mengancam ketika masa kecil. Mereka menguras energi lebih banyak daripada orang lain yang berkepribadian sehat untuk melindungi dirinya. Hal ini dapat muncul dalam berbagai gejala. Mereka yang sering terancam hukuman orangtua di masa kecil, lebih sering berusaha mencari rasa aman dengan berbohong, melakukan segala sesuatu dengan keteraturan yang berlebihan untuk menghindari celaan. Mereka yang saat kecil merasa terhina karena kemiskinan, terpacu berlebihan untuk mengumpulkan uang atau properti sebanyak-banyaknya. Bila usahanya kurang berhasil, mereka menderita kecemasan neurotik yang oleh Maslow disebut basic anxiety. Pada orang berkepribadian sehat, yang berhasil mengatasi kecemasan masa kecil, kebutuhan rasa aman akan menguat dalam situasi khusus, seperti ketika terjadi bencana, sakit, perang, dsb. Dalam situasi yang mengancam seperti itu kebutuhan lain yang tingkatnya lebih tinggi kurang dirasakan. 3. Kebutuhan Akan Cinta dan Rasa Memiliki Kebutuhan ini meliputi kebutuhan persahabatan, memiliki pasangan dan anak, keanggotaan dalam keluarga, keanggotaan dalam kelompok tertentu, bertetangga, kewarganegaraan, dsb. Termasuk di dalamnya adalah kebutuhan akan aspek-aspek seksual dan kontak manusiawi sebagai wujud kebutuhan untuk saling memberi dan menerima cinta. Mereka yang tidak pernah merasakan cinta, yang tak pernah mendapat ciuman atau pelukan, dalam jangka panjang tidak akan dapat mengekspresikan cinta. Mereka cenderung mendevaluasi cinta, menganggapnya tidak penting. Mereka yang hanya sedikit mendapatkan cinta, dapat menjadi sangat sensitif terhadap penolakan dari orang lain. Mereka memiliki kebutuhan afeksi yang tinggi: berusaha mengejar cinta dan rasa memiliki melalui berbagai cara. Di sisi lain, mereka yang terpuaskan kebutuhan cintanya menjadi lebih percaya diri. Bila mengalami penolakan oleh seseorang, ia tidak menjadi panik, yakin bahwa ia mendapatkannya dari orang yang penting bagi dirinya. 4. Kebutuhan Akan Penghargaan Kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan penghargaan terhadap diri, keyakinan, kompetensi, dan pengetahuan bahwa orang lain mendukung dengan penghargaan yang tinggi. Menurut Maslow, kebutuhan akan penghargaan ini terdiri dari dua tingkatan: reputasi dan harga diri (self-esteem). Reputasi adalah persepsi mengenai gengsi (prestige) atau pengakuan dari orang lain, sedangkan harga diri adalah perasaan seseorang bahwa dirinya berharga. Harga diri memiliki dasar yang berbeda dari gengsi; merefleksikan kebutuhan akan kekuatan untuk berprestasi, adekuat, penguasaan dan kompetensi bidang tertentu, yakin dalam menghadapi dunia sekelilingnya, serta kemandirian dan kebebasan. Dengan kata lain, harga diri bersandar pada kompetensi nyata, bukan sekadar pandangan orang lain. Ada sebuah canda sehubungan dengan kebutuhan sampai tahap ini: manusia dibedakan dengan monyet dalam kebutuhan penghargaan ini. Monyet memiliki kebutuhan sama dengan manusia hingga tingkat tiga setengah, yakni kebutuhan akan gengsi. Namun, monyet tidak mungkin memiliki kebutuhan di atas level tiga setengah (kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri). Jadi, bila dalam kondisi normal seseorang masih dikejar oleh kebutuhan akan gengsi atau kebutuhan lain di bawahnya, ia tidak berbeda dengan monyet. 5. Kebutuhan Aktualisasi Diri Kebutuhan ini mencakup pemenuhan diri (self-fulfillment), realisasi seluruh potensi, dan kebutuhan untuk menjadi kreatif. Mereka yang telah mencapai level aktualisasi diri menjadi lebih manusiawi, lebih asli dalam mengekspresikan diri, tidak terpengaruh oleh budaya. Agak berbeda dengan perkembangan kebutuhan lain, bila kebutuhan penghargaan ini terpenuhi, tidak secara otomatis kebutuhan meningkat ke aktualisasi diri. Maslow menemukan bahwa mereka yang lepas dari kebutuhan penghargaan dan mencapai kebutuhan aktualisasi diri adalah yang memberikan penghargaan tinggi terhadap nilai-nilai kebenaran, keindahan, keadilan, dan nilai-nilai sejenis. Karakteristik Aktualisasi Diri dan Faktor Penghambat Aktualisasi dapat didefinisikan sebagai perkembangan paling tinggi yang disertai penggunaan semua bakat, pemenuhan semua kualitas dan juga kapasitas seseorang. Menurut maslow ada beberapa karakteristik yang menunjukkan seseorang mencapai aktualisasi diri, antara lain sebagai berikut: 1 Karakteristik Aktualisasi a. Mampu melihat realitas secara lebih efesien Karakter atau kapasitas ini akan membuat seseorang untuk mampu mengenali kebohongan, kecurangan dan kepalsuan yang dilakukan orang lain, serta mampu menganalisis secara kritis, logis dan mendalam terhadap segala fenomena alam dan kehidupan, karakter tersebut akan menimbulkan sikap yang emosional, melainkan lebih objektif . Dia akan mendegarkan apa yang seharusnya didengarkan bukan apa yang diiginkan dan ditakuti orang lain. Ketajaman terhadap realitas kehidupan akan menghasilkan pola pikir yang cemerlang menerawang jauh kedepan tanpa dipengaruhi kepentingan atau keuntungan sesaat. b. Penerimaan terhadap diri sendiri dan orang lain apa adanya Bagi mereka yang telah mengaktualisasikan dirinya akan melihat orang lain seperti melihat dirinya sendiri yang penuh kekurangan dan kelebihan tanpa keluhan atau kesusahan. Ia menerima koadratnya sebagaimana adanya, tidak defensive atau bersembunyi dibalik topeng-topeng atau peranan social. Sifat ini akan menghaslkan sikap toleransi yang tinggi terhadap orang lain serta kesabaran yang tinggi dalam menerima diri sendiri dan orang lain. Sikap penerimaan ini membuatnya mampu mendengarkan orang lain dengan penuh kesabaran, rendah hati dan mau mengakui bahwa ia tidak tahu segala-galanya dan bahwa orang lain akan mengajarinya sesuatu. Dia akan membuka diri terhadap kritikan, saran, ataupun nasehat dari orang lain terhadap dirinya. c. Spontaitas, kesederhan dan kewajaran Orang yang mengaktualisasikan diri dengan benat ditandai dengan segala tindakan ,perilaku dan gagasanya dilakukan secara spontan, wajar dan tidak dibuat-buat. Dengan demikian, apa yang ia lakukan tidak pura-pura, ia tidak harus menyembunyikan emosi-emosinya, namun dapat memperlihatkan emosi-emosi tersebut secara jujur dan wajar. Sifat ini akan melhirkan sikap lapang dada terhadap apa yang menjadi kebisaan masyarakatnya asal tidak bertentangan dengan prinsip yang ia yakini, maka tidak segan-segan mengemukakanya dengan asertif. Kebiasaan dimasyarakat tersebut antara lain seperti adat-istiadat yang amoral, kebohongan, dan kehidupan sosial yang tidak manusiawi. d. Terpusat pada persoalan Orang yang mengaktualisasikan diri seluruh pikiran, perilaku dan gagasanya bukan didasarkan untuk kebaikanya sendiri saja. namun didasarkan atas apa kebaikan dan kepentingan yang dibutuhkan oleh umat manusia. Dengan demikian, segala pikiran, perilaku,dan gagasanya terpusat pada persoalan yang dihadapi umat manusia, bukan peersoalan yang bersifat egois. Ia juga tidak menyalakan diri sendiri ketika gagal melakukan sesuatu. Ia mengaggap kegagalan itu sebagai sesuatu yang lumrah dan biasa saja. Ia mungkin akan mengecam setiap ketololan dan kecerobohan yang dilakukanya, namun hal-hal tersebut tidan menjadikanya mundur dan menganggap dirinya tidak mampu. Dicobanya lagi memecahkan masalah dengan penuh kegembiraan dan keyakinan bahwa ia mampu menyelesaikanya. e. Membutuhakan kesendirian Orang yang mengaktulisasikan diri memiliki kebutuhan yang kuat untuk memisahkan diri dan mendapatkan suasana kesunyian. Sikap ini didasarkan atas persepsinya mengenani sesuatu yang ia anggap benar. Tetapi tidak bersikap egois. Ia tidak bergantung pada pikiran orang lain. Sifat yang demikian, membuatnya tenang dan logis dalam menghadapi masalah, ia senantiasa menjaga meartabat dan harga dirinya, meskipun ia berada di lingkungan yang kurang terhormat. Sifat memisahkan diri ini terwujud dalam otonomi pengambilan keputusan. Keputusan yang diambilnya tidak dipengaruhi oleh orang lain. Dia akan bertanggung jawab terhadap segala keputusan /kebijakan yang diambil. f. Resistensi terhadap inkulturasi Orang mengaktulisasikan diri sudah dapat melepaskan diri dari ketergantungan yang berlebihan terhadap lingkungan social dan fisik. Pemuasan akan motif-motif pertumbuhan datang dari dalam diri sendiri, melalui pemanfaatan secara penuh bakat dan potensinya. Ia dapat melakukan apa saja dan dimana saja tanpa dipengaruhi oleh lingkungan(situasi dan kondisi) yang mengelilinginya. Kemandirian ini menunjukkan ketahananya terhadap segala persoalan yang menguncang, tanpa putus asa apalagi sampai bunuh diri. Kebutuhan terhadap orang lain tidak bersifat ketergantungan, sehingga pertumbuhan dan perkembangan dirinya lebih optimal. g. Kesegaran dan apresiasi yang berkelanjutan Orang yang teraktualisasi senantiasa menghargai pengalaman-pengalaman tertentu bagaimanapun seringnya pengalaman itu terulang, dengan suatu perasaan kenikmatan yang segar, perasaan terpesona dan kagum. Ini merupakan manifestasi dari rasa syukur atas segala potensi yang dimiliki pada orang lain yang mampu mengaktulisasikan dirinya. Ia akan diselimuti perasaan senang, kagum dan tidak bosan terhadap segala apa yang ia miliki. Walaupun hal ia memiliki tersebut merupakan hal yang biasa saja. implikasinya adalah ia mampu mengapresiasikan segala apa yang dimilikinya. Kegagalan seorang dalam mengapresiasikan segala yang dimilikinya dapat menyebabkan ia menjadi manusia yang serakah dan berperilaku melanggar hak asasi orang lain. h. Kesadaran sosial Orang yang mampu mengaktulisasika diri, jiwanya diliputi oleh perasaan empati dan afeksi yang kuat dan dalam terhadap semua manusia, juga suatu keiginan membatu kemanusiaan. Dorongan ini akan memunculkan kesadaran sosial dimana ia memiliki rasa untuk bermasyarakat dan menolong orang lain, ia menemukan kebahagiaan dalam membantu orang lain. Baginya mementungkan orang lain berarti mementingkan diri sendiri. i. Hubungan interpersonal yang kuat Orang yang mampu mengaktualisasikan diri mempunyai kecenderungan untuk menjalin hubungan yang akrap dengan penuh rasa cinta dan kasih saying. Hubungan interpersonal ini tidak didasari oleh tendensi pribadi yang sesaat, namun dilandasi oleh perasaan cinta, kasih sayang dan kesabaran meskipun orang tersebut mungkin tidak cocok dengan perilaku masyarakat disekelilingnya. j. Demokratis Orang yang mampu mengaktulisasikan diri memiliki sifat yang demokrtis. Sifat ini diamanifestasikan dengan perilaku yang tidak membedakan orang lain berdasarkan pengolongan, etis, agama, suku, ras, status sosial ekonomi, partai dan lain-lain. Sifat demokratis ini lahir karena pada orang yang mengaktulisasikan diri tidak mempunyai perasaan rishi bergaul dengan orang lain. Juga karena sikapnya yang rendah hati, sehingga ia senantiasa menghormati orang lain tanpa terkecuali. k. Membedakan antara sarana dan tujuan, antara baik dan buruk Orang yang teraktualisasi melihat sarana bias pula menjadi tujuan karena kesenangan dan kepusasan yang ditimbulkanya. Bagi orang –orang yang teraktualisasi, tujuan atau cita-cita lebih penting daripada sarana yang digunakan untuk mencapainya. Meraka lebih senang melakukan atau menghasilakan yang lebih banyak daripada mendapatkanya, atau berarti mencapai tujuan. Pekerjaan bagi orang yang berkepribadian sehat bukanlah semata-mata untuk mendapatkan material, tetapi untuk mendapatkan kesenagan dan kepuasan. Menyenagai apa yang dilakukan sekaligus melakukan apa yang disenagi, membuat hidup bebas dari yang disebut paksaan, terasa santai dan penuh dengan rekreasi. l. Rasa humor yang bermakna dan etis Rasa humor orang yang mengaktualisasikan diri berbeda dengan humor kebanyakan orang. Ia tidak akan tertawa terhadap humor yang menghina, merendahakan bahakan menjelekkan orang lain, humor orang yang mengaktulisasikan diri bukan saja menimbulkan tawa, tetapi sarat dengan makna dan nilai pendidikan. Humornya benar-benar menggambarkan hakikat manusiawi yang menghormati dan menjungjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. m. Kreativitas Sikap kreatif merupakan karakteristik lain yang dimiliki oleh orang yang mengaktulisasikan diri. Kreativitas ini diwujudkan dalam kemampuanya melakukan inovasi-inovasi yang spontan, asli, tidak dibatasi oleh lingkungan maupun orang lain. Ciri-ciri yang berkaitan dengan karakteristik ini atara lain fleksibilitas, spontanitas, keberanian, keterbukaan dan kerendahan hati. n. Indenpedensi Orang yang mengaktulisasikan diri mampu mempertahankan pendirian dan keputusan-keputusan yang ia ambil. Tidak goyah atau terpengaruh oleh berbagai guncangan ataupun kepentingan. Ia dapat berdiri sendiri dan otonom, mampu melawan dengan baik pengaruh-pengaruh sosial untuk berpikir dan bertindak menurut cara-cara tertentu yang diyakininya baik. o. Pengalaman puncak Bagi mereka yang mengaktulisasika diri akan memiliki perasaan yang menyatu dengan alam. Ia merasa tidak ada batas atau sekat antara dirinya dengan alam semesta. Artinya, orang yang mampu mengaktulisasikan diri terbebas dari sekat-sekat berupa suku, bahasa, agama, ketakutan, keraguan dan sekat-sekat lainya. Oleh karena itu, ia akan memiliki sifat yang jujur, ikhlas, bersahaja, tulus hati dan terbuka. Karakter karakter ini merupakan cerminan orang yang berada pada pencapaian kehidupan yang prima. Konsekuensinya ia akan merasakan syukur kepada Tuhan, orang tua, orang lain, alam dan segala sesuatu yang menyebakan keberuntungan tersebut. 2 Faktor penghambat dalam beraktualisasi diri Sebagai kebutuhan paling tinggi diantara kebutuhan lainya, aktualisasi diri menjadi kebutuhan paling sedikit dapat dicapai oleh manusia, karena tidak mudah dimulai, hal tersebut lebih sering dilawan maupun dihalangi, beberapa halangan dalam beraktualisasi diri adalah sebagai berikut: 1. Berasal dari dalam individu Yaitu, berupa ketidaktahuan, keraguan dan bahkan juga rasa takut dari individu untuk mengungkapkan potensi-potensi yang dimilikinya, sehingga potensi itu tetap laten, potensi diri merupakan modal yang perlu diketahui, digali dan dimaksimalkan. Perubahan hanya dapat terjadi jika seseoarang mengetahui potensi yang ada dalam dirinya kemudian mengarahkan potensi itu kepada tindakan tepat dan teruji. 2. Berasal dari luar atau masyarakat Yaiutu berupa kecenderungan mendeporsonalisasi individu, perpresesian sifat-sifat, bakat atau potensi-potensi. Hambatan ini dapat berasal dari masyarakat, keluarga maupun kebudayaanya. Proses pengaktualisasian diri ini baru dapat teraih bila lingkungan secara kondusif memberi kebebasan individu untuk berlatih mengebangkan potensinya secara optimal yang dibantu melalui proses pendidikan. Begitu juga dengan kebudayaan, seringkali kebudayaan tidak mendukung upaya aktualisasi potensi diri seseorang karena perbedaan karakter. Selain factor lingkungan dan juga kebudayaan, factor keluarga juga menjadi salah satu factor yang mungkin dapat mempengaruhi proses pencapaian aktualisasi anak. Salah satu factor keluarga yang mempunyai peranan penting dalam pengaktualisasian diri adalah praktik pengasuhan anak, jika anak terlalu dilindungi dan tidak diperbolehkan untuk menunjukkan perilaku-perilaku yang baru dipelajarinya, mengeksplorasi ide-ide baru ataupun melatih kemampuan baru. Mereka seperti dihalangi untuk menjadi dewasa, terhambat dalam perkembangan dan pengungkapan dirinya sendiri dalam berbagai kegiatan yang merupakan hal penting untuk mencapai aktualisasi diri, sebaliknya, orang tua yang terlalu memberikan kebebasan kepada anak-anaknya, juga dapat lebih berbahaya. Maslow memperingatkan bahwa kebebasan yang berlebihan yang didapat di usia anak-anak, akan membawa mereka kearah kecemasan dan rasa tidak aman, hambatan pada kebutuhan akan rasa aman, hal ini akan menghambat pertumbuhan selanjutnya. Keseimbangan antara kebebasan dan juga peraturan sangat diperlukan. 3. Berasal dari pengaruh negatif Alasan lain yang juga menjadi penyebab kegagalan pencapaian aktualisasi diri adalah apa yang disebut Maslow sebagai Jonah kompleks. Hal tersebut mengacu kepada ketakutan-ketakutan dan keragu-raguan terhadap kemampuan yang kita miliki, secara bersamaan kita merasa takut dan gentar dengan kemungkinan-kemungkinan tertinggi yang kita miliki, tetapi dalam semua hal itu ketakutan merupakan penyebab utama. Aktualisasi selalu memerlukan keberanian. Bahkan ketika kebuthan yang paling dasar telah terpenuhi, kita tidak bias hanya bias duduk diam dan menunggu suatu kesempatan untuk mencapai aktualisasi diri dan pemenuhan diri. Ada proses yang harus diambil, disiplin dan juga control diri. Terlihat lebih mudah dan lebih aman ketika kita menjalani hidup sebagaimana adanya disbanding mencari tantangan-tantangan baru. Orang-orang yang mengaktualisasikan diri secara terus menerus menguji dan menentang diri mereka sendiri. Mereka meninggalkan rasa aman dan kenyamanan yang mereka punyan dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan dan sikap-sikap yang biasa mereka lakukan. Hambatan ini merupakan pengaruh negative yang dihasilkan oleh kebutuhan yang kuat akan rasa aman. Oleh individu-individu yang kebutuhan akan rasa amannya terlalu kuat, pengambilan resiko, perbuatan kesalahan, dan pelepasan kebiasaan lama yang tidak konstruktif itu justru akan merupakan hal-hal yang mengancam dan menakutkan, dan pada gilirannya ketakutan ini akan mendorong individu-idividu tersebut untuk bergerak mundur menuju pemuasan kebutuhan akan rasa aman.