Hal ini disebabkan karena watak liar mereka,yang terbiasa hidup berkelomopok dan menimbulkan huru hara,sehingga terbbiasa merampok daerah-daerah yang dapat mereka jangkau tanpa harus bersusah payah dan mengurangi biaya,serta dapat melarikan diri ketempat persembunyian mereka di padang pasir.Mereka tidak ingin berkelahi atau beroerang kecuali hanya untuk mempertahankan diri.Setiap benteng atau segala sesuatu yang terasa sulit dijangkau,akan mereka tinggalkan dan mencari tempat yang mudah mereka kuasai.
Adapun kabilah-kabilah yang terlindungi oleh gunung-gunung terjal akan selamat dari kekacauan dan keonaran mereka.Sebab mereka tidak terbiasa mendaki pegunungan,menghadapi kesulitan dan mengurangi bahaya.
Adapun daerah-daerah yang mudah dijangkau,selama mereka mampu mencapainyakarena tidak adanya kekuatan yang mlindunginya dan lemahnya kendali pemerintahan,maka ia segera menjadi mangsa empuk dan lahan subur perampokan mereka.Mereka dapat menyerang,merampok dan menjarah daerah tersebut berulang kali karena mudah bagi mereka untuk menjangkaunya hingga dapat mengalahkan penduduknya.Mereka berupaya mengambil alih kekuasaan dan menyimpangkan agenda politik masyarakat tersebut hingga peradaban mereka musnah.
Allah s.w.t yang menguasai makhluk-Nya.Dialah Tuhan yang Maha Esa lagi Maha Menguasai,dan tiada Tuhan selain-Nya.
Jumat, 29 Maret 2019
Bangds Arab Hanya Dapat Menguasai Daerah-daerah yang Mudah Dijangkau
Kamis, 28 Maret 2019
Kepemimpinan Akan Senantiasa Dimiliki Orang-orang Tertentu yang Memiliki Fanatisme
Ketahuilah,meeskipun setiap komunitas atau pemukiman dari suatu suku memiliki satu fanatisme dan solidaritas sosial karena meemiliki garis keturunan yang sama secara umum,namun diantara mereka juga memiliki fanatisme-fanatisme lain berdasarkan garis keturunan secara khusus,yang membuat mereka lebih dekat dengan garis khusus ini dibandingkan dengan garis keturunan mereka secara umum.Misalnya,garis satu klan,sartu anggota keluarga,atau datu saudara sebapak yang tentunya berbeda dengan fanatisme dengan satu saudara sepupu,baik yang terdekat maupun yang terjauh.Masing-masing dari mereka memiliki fanatisme yang lebih dekat dengan garis keturunan mereka yang terdekat dan memiliki fanatisme yang sama dengan yang lain dalam garis keturunan mereka secara umum.
Kebanggaan bisa saja terdapat dalam garis keturunan mereka yang lebih dekat dan bisa juga terdapat dalam garis keturunan mereka secara umum.Namun biasanya mereka lebih bangga dengan garis keturunan terdekat mereka karena memiliki persaudaraan sedarah yang lebih kental.Kepemimpinan diantara mereka hanya dimiliki oleh mereka yang memiliki garis keturunan teerdekat dan bukan secara keseluruhan.
Ketika kepemimpinan itu hanya dapat diraih dengan kekuasaan,maka fanatisme mereka yang memiliki bagian dari kepemimpinan tersebut haruslah lebih kuat dibandingkan fanatisme-fanatisme lain yang ada diantera mereka,sehingga memungkinkannya dapat menguasai dan meraihpincak kepemimpinan dengan baik.Jika poin-poin penting ini telah mereka penuhi,maka dapat dipastikan bahwa kepemimpinan atas mereka itu masih dipegang oleh mereka yang memiliki bagian khusus yang dapat menguasai mereka.Sebab jika kekuasaan tersebut keluar dari kalangan mereka dan berpindah ke fanatisme yang lain diluar fanatisme mereka dalam kekuasaan tersebut,maka mereka tidak akan dapat memimpin dengan baik.Dengan demikian,bagian kepemimpinan tersebut tentulah akan terus bergulir dari garis keturunan yang satu ke garis keturunan yang lain.
Perlu diingat,kepemimpinan tersebut tidak akan berpindah kecuali kepada garis keturunan yang memiliki fanatisme lebih kuat.Hal ini sebagaimana yang telah kami kemukakan mengenai rahasia meraih kekuasaan.Sebab kesatuan sosial dan fanatisme dalam masyarakat merupakan karakter alami yang membentuk kepemimpinan tersebut.Temparamen yang membentuk kepemimpinan ini tidak akan berfungsi dengan baik jika unsur-unsur dalam masyarakat memiliki kekuatan yang sama,sehingga salah satu dari unsur-unsur tersebut harus dapat menguasai yang lain.
Jika tidak demikian,maka kepemimpinan tersebut tidak akan terbentuk.Inilah rahasia mengapa harus ada kekuasaan dalam suatu fanatisme kesukuan,yang memungkinkan dilanjutkannya estafet kepemimpinan dalam satu garis keturunan atau dalam suku tersebut,sebagaimana yang telah kami kemukakan.
Rabu, 27 Maret 2019
Permulaan Robohnya Ibukota
Apabila ibukota-ibulota itu batu dirancang,maka mula-mula baru sedikit rumah-rumah tinggalnya dan sedikit alat-alat bangunannya,yaitu batu,kapur dan lain sebagainya meliputi apa saja yang dipasang diatas tembok ketika diperindah,seperti batu-batuan,marmer,kaca,marmer warna,dan Ash-Shadaf (rumah kerang).Maka bangunannya pada saat itu adalah Badawiyah dan alat-alatnya buruk.
Ketika pembangunan kota telah besar dan banyak penduduknya,maka alat-alat menjadi banyak karena banyaknya pekerjaan dan para teknisi hingga mencapai puncaknya,sebagaimana dikemukakan terdahulu.Ketika pembangunannya menyusut dan penduduknya sedikit maka keterampilan-keterampilan menjadi sedikit karena hal tersebut dan hilanglah perbaikan dan penguatan dalam pembangunan serta melengkapinya dengan penghiasan.Kemudian pekerjaan-pekerjaan menjadi sedikit karena tiadanya penduduk.Lalu menjadi sedilit pula penarikan alat-alat yang terdapat dalam bangunan-bangunan mereka.Lalu mereka memindahkannya dari satu pabrik ke pabrik lain karena kosongnya sebagian besar pabrik,istana,dan tempat tinggal akibat sedikit dan terbatasnya pembangunan dibandingkan waktu sebelumnya.Kemudian terus dipindahkan dari satu istana ke istana lain,dan satu desa ke desa yanglain,hingga akhirnya hilang sebagian darinya.
Lalu mereka kembali lagi ke badawah dalam bangunan dan menggunakan batu bata sebagai ganti dari batu dan terbatas sama sekali untuk memperindah.Maka kembalilah bangunan kota itu sepertibangunan desa-desa dan tanah liat yang menonjol padanya tanda-tanda badawah.Kemudian mencapai puncak kerobohan apabila memang ditakdirkan demilian.
Demilian itu adalah dunnah Allah s.w.t pada makhluk-Nya.
Pengertian,Methode,dan Jenis-jenis Perdagangan
Ketahuilah bahwa perdagangan adalah manusia untuk memperoleh dan meningkatkan pendapatannya dengan mengembangkan properti yang dimilikinya, dengan cara membeli komoditi dengan harga murah dan menjualnya dengan harga mahal,baik barang tersebut berupa tepung atau hasil-hasil pertanian,binatang ternak maupun ikan.Jumlah nilai yang tumbuh dan berkembang itulah yang dinamakan laba.
Orang yang berusaha mendapatkan keuntungan tersebut, mungkin dengan menimbun komoditi tersebut ketika nilainya di pasa murah dan mengeluarkannya di Kemudian hari ketika pasar membutuhkannya sehingga diperoleh keuntungan yang melimpa,dan mungkin juga dengan mengekspornya ke daerah atau kerajaan lain dimana komoditi tersebut dihargai lebih tinggi dibandingkan dalam negeri dimana komoditi tersebut berasal,sehingga akan diperoleh keuntungan yang melimpa.
Karena itulah Sarah seorang pedagang kawakan melontarkan pernyataan yang populer di kalangan mereka untuk mengungkapkan pengertian perniagaan yang sebenarnya.Ia mengatakan "Aku ajarkan kepadamu tentang perniagaan tersebut dalam dua kalimat yang singkat; Membeli dengan harga murah dan jual dengan harga mahal." Dengan dua kalimat ini, maka terjadilah perniagaan dengan pengertian sebagaimana yang telah kami kemukakan.
Allah s.w.t lebih mengetahui seagala sesuatu,dan hanya kepada-Nya lah kita memohon pertolongan,dan tiada tuhan selain-Nya.
Jasa Pelayanan Bukanlah Termasuk Mata Pencaharian Yang Alami
Sultan mau tidak mau harus menggunakan pelayanan dalam bidang-bidang pemerintah dan kekuasaan yang ditanganinya yaitu berupa tentara,polisi,dan penulis.Dia dapat merasa cukup dalam setiap bidang dengan orang yang dia ketahui maupun di bidang itu dan dia tanggung gaji mereka dari kas kerajaan.Semua ini adalah termasuk dalam pemerintahan dan mata pencahariannya,karena merekamereka semua itu ikut terkena ketentuan pemerintahan.Kekuasaan pemerintahan tertinggi tersebut adalah merupakan sember anak-anak duangai bagi mereka.
Sedangkan pelayanan yang tingkatnya ada di bawah semua tersebut diatas sebabnya adalah bahwa kebanyakan orang-orang mewah merasa enggan untuk melakukan sendiri kebutuhan-kebutuhannya,atau karena memang dia tidak mampu melakukannya karena telah terbiasa dengan enak-enakan dan kemewahan.Maka dia pun mengambil orang yang melakukan itu untuknya dan diadia berikan kepada orang itu upah dari harta yang dimilikinya.
Kondisi ini tidaklah terpuji berdasarkan kelelakian bagi manusia,sebab mengandalkan kepada orang lain adalah suatu kelamahan,dan hal itu akan menambah tugas-tugas dan pengeluaran serta menunjukan ketidakmampuan dan khannats (sifat banci) yang dalam pandangan kelelakian harus menghindari keduanya.Hanya saja tradisi-tradisi memang membalik watak manusia menyukai apa yang diakrabinya.Jadi manusia adalah anak dari tradisi-tradisinya,bukan anak dari hubungan nasab.
Seiring dengan itu pelayan yang dianggap cukup mampu dan dapat dipercaya adalah bagaikan orang yang tidak ada.Alasannya adalah karena pelayan tidak akan lepas dari empat tipe.Ada yang menguasai urusannya dan dapat dipercaya dengan apa yang dihasilkan olehnya.Ada yang sebaliknya,yaitu tidak menguasai urusannya dan juga tidak dapat dipercaya.Dan ada yyang sebaliknya dalam salah satu keduanya,yaitu menguasai urusannya tetapi tidak dapat dipercaya atau dapat dipercaya tapi tidak menguasai urusannya.
Tipe pertama,yaitu menguasai urusan dan dapat dipercaya,tidak mungkin seseorang menggunakannya dengan cara apa pun,karena dia dengan kemampuannya dan kepercayaannya itu telah menjadi orang kaya dan tidak membutuhkan pejabat-pejabat rendah serta merasa kemampuannya lebih dari itu.Maka tipe ini tidak ada yang menggunakan kecuali para pejabat yang mempunyai jabatan tinggi,karena luasnya kebutuhan pada jabatan itu.
Tipe kedua,yaitu tipe pelayan yang tidak menguasai urusan dan tidak dapat dipercaya,orang yang berakal sehat tidak akan menggunakannya karena dia merugikan orang yang dilayaninya dalam dua hal sekaligus.Sia-sia menggunakannya karena dia tidak punya keterampilan di satu sisi,dan terancam kehilangan harta karena dikhianati disisi lain.Maka diatas segalanya tipe ini hanyalah beban bagi tuannya.
Jadi kedua tipe diatas tidak dapat diharapkan siapapun untuk digunakan.Maka tidak tersisa kecuali menggunakan dua tipe terakhir,yaitu orang yang dapat dipercaya tetapi tidak menguadai urusan dan orang yang menguasai urusan tetapi tidak dapat dipercaya.
Dalam memprioritaskan salah satu dari keduanya orang mempunyai dua pilihan dan masing-masing dari kedua itu mempunyai alasan.Hanya saja bahwa orang yang menguasai urusan,meskipun tidak dapat dipercaya,lebih diprioritaskan karena dia dapat menghindari tindakan menyia-nyiakan.Dan untuk menghindari pengkhianatannya dapat diusahakan semaksimal mungkin.Sedangkan orang yang menyia-nyiakan,meskipun dapat dipercaya,bahaya yang ditimbulkannya karena menyia-nyiakan itu lebih besar dari pada manfaat yang ditimbulkannya.Anda sebaiknya tahu pertimbangan ini dan menggunakannya sebagai pedoman dalam menentukan pelayan.
Allah s.w.t Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Sabtu, 23 Maret 2019
PERTANIAN
Keahlian ini merupakan salah satu cabang ilmu alam,yang membahas tentang tumbuh-tumbuhan dari segi pertumbuhan dan perkembangannya sengan penyiraman,perawatan,pengobatan,meningkatkan kualitas pertumbuhannya,dan ketepatan musim,serta upaya untuk memperolej hasil pertanian yang baik dan memuaskan.
Para lama salaf mempunyai banyak perhstisn dalam masalah pertanian ini.Penelitian yang mereka lakukan sifatnya mencakup semua jenis tumbuhan,mulai dari pembibitan,penanaman,dan perawatannya dan dari segi spesifikasi,spiritual,berbagai masalah spiritual perbintangan dan bentuk-bentuk yang dipergunakan untuk melakukan sihir.Melihat kenyataan ini,maka bisa dikatakan bahwa mereka memiliki perhatian dan harapan yang sangat besar untuk mewujudkan semua ini.
Di sana terdapat beberapa buku Yunani yang diterjemahkan,yang diantaranya adalah buku yang berjudul, Al-Fallahah An-Nabathiyyah,yang dinisbatkan kepada ilmuan terkenal bernama Nabatean.Buku ini mencakup pembahasan banyak hal terutama tentang pertanian.
Ketika tokoh-tokoh agama mengamati pembahasan yang terdapat dalam buku ini,dan pintu sihir ditutup dan dilarang untuk dipelajari,maka mereka hanya memfokuskan pembahasan ilmu pertanian mengenai tumbuh-tumbuhan dari segi pembibitan,penanaman,pengobatan,dan hal-hal yang berhubungan dengannya,dan mereka nenghapuskan pembahasan tentang cabang ilmu lain secara keseluruhan darinya.Ibnul Awwam meringkas buku Al-Fallahah An-Nabathiyyah dengan metode ini,sedangkan cabang ilmu lain yang tertuang dalam buku tersebut tidak disentuhnya.
Hal ini sebagaimana yang dikutip Maslamah dalam buku-bukunya,yang membahas tentang masalah-masalah penting sihir,yang akan kami jelaskan ketika membahas tentang sihir dengan izin Allah s.w.t.
Buku-buku yang ditulis ilmuwan kontemporer mengenai pertanian sangatlah banyak,dan mereka tidak melewatkan sedikit pun pembahasan dalam masalah pembibitan,penanaman,pengobatan,penjagaan tumbuh-tumbuhan,memenuhi kebutuhan-kebutuhan,dan berbagai kendala yang menghambat pertumbuhannya,serta berbagai hal yang berhubungan dengannya;semuanya tertuang dalam buku-buku tersebut.